This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.
Jumat, 23 Maret 2012
AROGANSI KESUKSESAN
Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100
mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we
quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s
rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.” (
Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti
mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah.
Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang,
kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal ).
Itulah sisi negatif dari kesuksesan,
yakni arogansi. Arogansi muncul saat seseorang merasa diri paling hebat,
paling luar biasa, dan paling baik dibandingkan dengan yang lainnya
bahkan Tuhanpun ditentang. Penyakit mental ini bisa menjangkiti apa dan
siapa saja, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, keluarga, dan orang
biasa.
Orang sukses lalu bersombong ria
sebenarnya patut disayangkan. Bayangkan saja, saat berjuang keras
menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau
mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan
mengorbankan diri. Bahkan, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya.
Akan tetapi, itu dulu.
Sayang sekali, saat kesuksesan datang,
mereka lupa diri. Mungkin dia akan berkata, “Saya sudah berhasil
mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya.
Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.” Hal itu diperparah lagi ketika
mereka dikelilingi oleh para ‘yes man’ yang tidak berani angkat bicara
soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin
‘megalomania’ , pongah, angkuh, dan egois. Ia terbelenggu oleh
kesuksesannya sendiri. Ia tidak pernah belajar lagi.
Ada Seorang Pebisnis, dia menceritakan
susah payahnya membangun bisnisnya. Cerita yang mengharukan sekaligus
heroik ketika dia harus tidur di kolong jembatan saat tiba di Jakarta
ketika remaja. Dengan susah payah dia merangkak dari bawah untuk
bertahan hidup. Menikah tanpa uang sepeser pun. Hidup di rumah kontrakan
kecil. Akan tetapi, dia tidak patah arang. Dia mengamati cara kerja
orang sukses, mencontoh, dan memodifikasi sendiri produknya. Sekarang,
dia pun berjaya. Tiga pabrik besar ada di genggamannya.
Namun, sayang sekali. Perusahan itu
sedang diterpa badai masalah internal. Pemicunya tak lain adalah sikap
pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa,
kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru.
Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun
tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani
melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training. Padahal, dia sendiri
yang perlu up date diri dengan training.
Arogansi bisa menghampiri siapa saja.
Termasuk seorang pendidik, guru, dosen, Ayah, Ibu yang tiap hari memberi
sesuatu bagi orang lain.
Dari situ, kita belajar banyak untuk
hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung self
centered serta tidak mau mendengarkan orang lain. Dunia begitu mengenal
sosok Mao, Hitler, ataupun Stalin. Mereka berjuang dari basis bawah
menuju pucuk kepemimpinan. Mereka pun berjuang untuk perubahan di
masyarakatnya. Idealisme mereka sangat luar biasa. Orang pun dibuatnya
kagum. Namun, mereka lupa daratan ketika sukses. Mereka memonopoli
kebenaran tunggal alias antikritik dan antipembaruan. Mereka memimpin
dengan tangan besi. Korban pun bergelimpangan dari tangannya. Begitu
juga dalam sejarah bisnis. IBM yang begitu besar dan terkenal pernah
mengalami kemerosotan saat arogansi membekap sikap dan pikiran para
pemimpin mereka.
TERJEBAK RETORIKA
Namun, itulah yang terjadi apabila orang
berhenti belajar dan merasa diri sudah selesai. Tanpa dia sadari,
lingkungannya terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Sementara, dia
mandek di posisinya. Akibatnya, kue kesuksesan yang dia peroleh
lama-kelamaan menjadi basi. Tanpa sadar, kompetitor mereka bergerak jauh
meninggalkan dirinya di belakang. Mereka terjebak dalam retorika,
kalimat, jurus yang itu-itu saja alias usang. Arogansi telah menutup
hati dan pikirannya untuk kreatif menemukan jurus dan tip-tip baru
mempertahankan sekaligus mengembangkan kesuksesannya. Di sinilah,
arogansi berujung pada malapetaka dan kehancuran.
JADI BAGAIMANAKAH AGAR KESUKSESAN KITA TIDAK BERUBAH MENJADI AROGANSI
PERTAMA- Aware (sadar)
dengan sikap dan tingkah laku kita selalu. Meskipun sudah sukses, kita
perlu memberi waktu untuk menyadari sikap dan perilaku kita di mata
orang lain. Selalulah sadar apakah nada dan ucapan serta tindak tanduk
kita sekarang semakin membuat banyak orang lain terluka? Apakah kita
masih tetap menghargai orang lain? Apalagi orang-orang yang telah turut
membawa Anda ke level sukses sekarang, apakah Anda hargai? Jangan
sampai, tatkala masih bersusah payah, kita begitu respek, tetapi setelah
sukses justru mencampakkan mereka.
Seseorang dikatakan berhasil bukan
sekedar ia sukses akan tetapi ketika orang lain mengatakan ia berhasil
dan turut merasakan keberhasilan yang pernah diraihnya. Jadi
keberhasilan dikatakan sempurna jika lingkungan sekitar mengatakan ia
berhasil dengan cara yang benar dan mereka merasakan berkahnya. Namun
sering kali kita lupa untuk intropeksi diri, yang membuat diri ini
tumbuh dalam kekurangan rasa emosional dan spiritual.
KEDUA- Waspadai umpan
balik yang hanya menghibur kita tetapi tidak membuat kita belajar lagi.
Hati-hati dengan orang di sekeliling kita yang hanya mengatakan hal
bagus, tetapi tidak berani memberikan masukan yang baik. Kadang, masukan
negatif juga kita perlukan demi perkembangan, sesukses apa pun kita.
Pada dasarnya, setiap orang senang dipuji. Bahkan mereka rela
mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk dipuji. Namun pujian yang
berlebihan justru dapat membuat seseorang semakin jatuh dalam
kesombangannya dan ketidakmampuan dirinya melihat kenyataan dalam
hidupnya
KETIGA- Awasi dan peka
dengan perubahan yang terjadi. Dalam buku Who Moved My Cheese
disimpulkan bahwa kita harus selalu mencium keju kita, apakah sudah basi
ataukah mulai diambil orang lain. Kita pun harus terus mencium dan peka
bagaimana orang lain mengembangkan dirinya serta bisa jadi ancaman bagi
kita. Jangan pula merasa diri paling hebat dan lupa belajar.
KEEMPAT- Sopan dan rendah hati untuk belajar dari orang lain.
Sahabat, bentuk arogansi dan keangkuhan
adalah symbol dari Iblis dan Fir’aun yang setelah mencapai puncak
kesuksesan dan kekuasaan, dia kemudian mengangkat dirinya sederajat
dengan Tuhan, dan apakah kesudahannya ? BINASA DI DUNIA, NERAKA DI
AKHIRAT !
Kamis, 22 Maret 2012
AIR SUSU IBU ( ASI ) YANG DIBERIKAN PADA BAYI TERBUKTI LEBIH SEHAT
Fakta menunjukkan bahwa pertumbuhan bayi yang diberi ASI terlihat
berbeda dari susu formula bayi. Kesehatan mereka di masa mendatang juga
akan lebih baik.
Minum susu benar-benar bisa menurunkan hormon pertumbuhan IGF-I dan insulin dalam darah. Tidak hanya saat bayi diberi makan dengan ASI, tetapi juga saat bayi diberikan makanan tambahan. Meskipun secara kasat mata, bayi akan terlihat lebih tipis dari susu bayi dengan susu formula.
Sedangkan susu formula bayi akan terlihat gemuk formula yang lebih makan karena memicu produksi sel-sel lemak yang dapat membuat berat bayi menjadi lebih cepat.
Survei yang dilakukan pada 330 bayi usia 10, 18, dan 36 bulan oleh LIFE Fakultas Sains, Universitas Kopenhagen, Denmark, menunjukkan bahwa bayi berusia 18 bulan yang menjalani program yang lagi menyusui memiliki berat yang lebih rendah bila dibandingkan dengan bayi susu formula seperti dikutip Daily Mail.
"Kita bisa melihat bahwa menyusui memiliki tanda signifikan dalam hormon pertumbuhan IGF-I dan insulin Semakin lama bayi disusui, hormon kurang.. Artinya, bayi yang disusui dapat dilindungi dari obesitas dan diabetes ketika ia dewasa," kata Anja Lykke Madsen, seorang anggota peneliti.
Fakta lain yang terungkap menunjukkan bahwa ASI melindungi bayi dari perut kembung, infeksi pernapasan, asma, eksim, dan alergi. Selain itu, ASI juga menekan terjadinya menopause dini, kanker leher rahim, dan osteoporosis ketika mereka telah menjadi ibu.
Sisi positif dari menyusui bagi ibu baru melahirkan, dia akan cepat kembali singset karena menyusui akan membakar 500 kalori per hari. Departemen Kesehatan bahkan menyarankan untuk melakukan ASI eksklusif selama 6 bulan.
Di Eropa, Inggris, termasuk negara-negara dengan jumlah ibu menyusui yang terendah. Hanya 1 dari 3 wanita yang melakukannya. Bahkan saat bayi berusia 4 bulan, mereka segera mengganti ASI dengan susu formula. Berkomunikasi dengan di Swedia, 98 persen ibu menyusui bayinya.
Penelitian yang dilakukan sebelumnya menemukan bahwa susu formula yang diberikan terlalu dini, yaitu pada bayi kurang 6 bulan, dapat menyebabkan perkembangan yang terlalu cepat pada bayi.
Prof Kim Fleischer Michaelsen of Copenhagen University mengatakan, "Jika dibandingkan dengan susu formula, ASI bayi berat badan tidak terlalu ditembak. Dan di masa depan, bayi ASI akan mengalami penyakit gaya hidup kecil".
"DAN IBU - IBU HENDAKLAH MENYUSUI ANAK - ANAKMU SELAMA DUA TAHUN PENUH ( AL BAQARAH 2 : 233 )
Minum susu benar-benar bisa menurunkan hormon pertumbuhan IGF-I dan insulin dalam darah. Tidak hanya saat bayi diberi makan dengan ASI, tetapi juga saat bayi diberikan makanan tambahan. Meskipun secara kasat mata, bayi akan terlihat lebih tipis dari susu bayi dengan susu formula.
Sedangkan susu formula bayi akan terlihat gemuk formula yang lebih makan karena memicu produksi sel-sel lemak yang dapat membuat berat bayi menjadi lebih cepat.
Survei yang dilakukan pada 330 bayi usia 10, 18, dan 36 bulan oleh LIFE Fakultas Sains, Universitas Kopenhagen, Denmark, menunjukkan bahwa bayi berusia 18 bulan yang menjalani program yang lagi menyusui memiliki berat yang lebih rendah bila dibandingkan dengan bayi susu formula seperti dikutip Daily Mail.
"Kita bisa melihat bahwa menyusui memiliki tanda signifikan dalam hormon pertumbuhan IGF-I dan insulin Semakin lama bayi disusui, hormon kurang.. Artinya, bayi yang disusui dapat dilindungi dari obesitas dan diabetes ketika ia dewasa," kata Anja Lykke Madsen, seorang anggota peneliti.
Fakta lain yang terungkap menunjukkan bahwa ASI melindungi bayi dari perut kembung, infeksi pernapasan, asma, eksim, dan alergi. Selain itu, ASI juga menekan terjadinya menopause dini, kanker leher rahim, dan osteoporosis ketika mereka telah menjadi ibu.
Sisi positif dari menyusui bagi ibu baru melahirkan, dia akan cepat kembali singset karena menyusui akan membakar 500 kalori per hari. Departemen Kesehatan bahkan menyarankan untuk melakukan ASI eksklusif selama 6 bulan.
Di Eropa, Inggris, termasuk negara-negara dengan jumlah ibu menyusui yang terendah. Hanya 1 dari 3 wanita yang melakukannya. Bahkan saat bayi berusia 4 bulan, mereka segera mengganti ASI dengan susu formula. Berkomunikasi dengan di Swedia, 98 persen ibu menyusui bayinya.
Penelitian yang dilakukan sebelumnya menemukan bahwa susu formula yang diberikan terlalu dini, yaitu pada bayi kurang 6 bulan, dapat menyebabkan perkembangan yang terlalu cepat pada bayi.
Prof Kim Fleischer Michaelsen of Copenhagen University mengatakan, "Jika dibandingkan dengan susu formula, ASI bayi berat badan tidak terlalu ditembak. Dan di masa depan, bayi ASI akan mengalami penyakit gaya hidup kecil".
"DAN IBU - IBU HENDAKLAH MENYUSUI ANAK - ANAKMU SELAMA DUA TAHUN PENUH ( AL BAQARAH 2 : 233 )
IKATAN EMOSIONAL ANTARA IBU DAN BALITA DAPAT MEMPENGARUHI OBESITAS
Ingin memiliki remaja sehat? Bangunlah interaksi yang dekat atau
hubungan dengan bayi pada usia dini. Sebuah studi disebut, ketika remaja
mengalami obesitas cenderung memiliki hubungan emosional yang buruk
dengan ibunya pada usia lima.
Temuan ini menegaskan penelitian sebelumnya bahwa balita yang tidak memiliki ikatan emosional dengan ibu akan mulai menggemukkan pada usia 4,5 tahun.
Dalam penelitian terbaru yang dikutip dari Berita Hari Kesehatan, sejumlah ilmuwan meneliti data kesehatan nasional lembaga kesehatan anak dari ratusan keluarga di sembilan negara yang lahir pada tahun 1991.
Hasil analisis peneliti Ohio University menunjukkan bahwa mereka dengan ikatan emosional terendah dengan ibu pada usia balita memiliki risiko tertinggi obesitas saat menginjak 15 tahun.
Lebih dari seperempat balita yang memiliki hubungan berkualitas buruk dengan ibu mereka sebagai obesitas remaja berkembang, dibandingkan dengan 13 persen anak-anak yang memiliki ikatan yang kuat dengan ibu dalam tahun-tahun awal pertumbuhan mereka.
Penelitian yang diterbitkan dalam edisi Januari jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa risiko terkena obesitas area otak yang mengontrol emosi dan merespon stres. "Pada saat yang sama, daerah otak yang sama bekerja sama untuk mengontrol nafsu makan dan menjaga keseimbangan energi," kata para peneliti.
Penulis menyarankan obesitas upaya pencegahan harus mencakup strategi meningkatkan ikatan antara ibu dan anak, selain mempromosikan makan sehat dan olahraga.
"Ada kemungkinan intervensi dengan obesitas dapat meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan anak daripada berfokus hanya pada asupan makanan dan aktivitas fisik," kata Sarah Anderson, asisten profesor epidemiologi di Universitas Ohio, penulis utama.
Dia menambahkan, "Sensitivitas ibu dalam interaksi dengan faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua anak-anak mereka tidak dapat selalu mengontrol anak. Kita harus berpikir meningkatkan kualitas hubungan ibu dan anak yang berdampak pada kesehatan anak-anak," kata Anderson.
Temuan ini menegaskan penelitian sebelumnya bahwa balita yang tidak memiliki ikatan emosional dengan ibu akan mulai menggemukkan pada usia 4,5 tahun.
Dalam penelitian terbaru yang dikutip dari Berita Hari Kesehatan, sejumlah ilmuwan meneliti data kesehatan nasional lembaga kesehatan anak dari ratusan keluarga di sembilan negara yang lahir pada tahun 1991.
Hasil analisis peneliti Ohio University menunjukkan bahwa mereka dengan ikatan emosional terendah dengan ibu pada usia balita memiliki risiko tertinggi obesitas saat menginjak 15 tahun.
Lebih dari seperempat balita yang memiliki hubungan berkualitas buruk dengan ibu mereka sebagai obesitas remaja berkembang, dibandingkan dengan 13 persen anak-anak yang memiliki ikatan yang kuat dengan ibu dalam tahun-tahun awal pertumbuhan mereka.
Penelitian yang diterbitkan dalam edisi Januari jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa risiko terkena obesitas area otak yang mengontrol emosi dan merespon stres. "Pada saat yang sama, daerah otak yang sama bekerja sama untuk mengontrol nafsu makan dan menjaga keseimbangan energi," kata para peneliti.
Penulis menyarankan obesitas upaya pencegahan harus mencakup strategi meningkatkan ikatan antara ibu dan anak, selain mempromosikan makan sehat dan olahraga.
"Ada kemungkinan intervensi dengan obesitas dapat meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan anak daripada berfokus hanya pada asupan makanan dan aktivitas fisik," kata Sarah Anderson, asisten profesor epidemiologi di Universitas Ohio, penulis utama.
Dia menambahkan, "Sensitivitas ibu dalam interaksi dengan faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua anak-anak mereka tidak dapat selalu mengontrol anak. Kita harus berpikir meningkatkan kualitas hubungan ibu dan anak yang berdampak pada kesehatan anak-anak," kata Anderson.
Minggu, 04 Maret 2012
POLITIK PECAH BELAH (DEVIDE ET IMPERA) DAN TERPURUKNYA TIMNAS KITA
Timnas Tahun 1938, 1956, 1987, 2010
Sepuluh Hasil Buruk Indonesia Sepanjang Sejarah
Sepuluh. Angka ini
mendadak tidak lepas dari benak pikiran serta ramai menjadi pembahasan
penggemar sepakbola tanah air, Rabu (29/2) malam lalu. Pasalnya, telah tercipta
sejarah yang sayangnya merupakan peristiwa memalukan bagi timnas Indonesia. Pada
laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, Indonesia ditelan tuan rumah Bahrain, 10-0.
Sepuluh gol tercipta ke dalam gawang Andi Muhammad Guntur. Seakan kian
melengkapi penderitaan, Samsidar menerima kartu merah pada menit ketiga
pertandingan, menyusul kartu merah kepada pelatih Aji Santoso, dan empat kali
hukuman penalti yang dijatuhkan wasit Andre El Haddad asal Libanon. Sejarah juga
mencatat, tidak ada tim lain setelah Brighton & Hove Albion pada Maret 1989
yang menerima empat hukuman penalti sekaligus pada satu pertandingan.
GOAL.com mencoba merangkum sepuluh hasil
pertandingan terburuk yang pernah dialami Indonesia sepanjang sejarah.
Definisi "terburuk" tidak mesti berarti kekalahan dengan skor besar,
tetapi juga hasil-hasil mengejutkan dan di luar dugaan yang mencegah
terwujudnya mimpi Indonesia
untuk berprestasi. Sepuluh pertandingan ini juga dipilih berdasarkan dampaknya
terhadap perkembangan sepakbola tanah air secara keseluruhan. Dengan demikian,
kekalahan 7-1 dari Uruguay,
misalnya, pada laga ujicoba tidak masuk dalam catatan.
Catatan hasil-hasil ini juga tidak dimaksudkan untuk menghujat, melainkan
dilakukan dengan semangat pembelajaran dari pengalaman yang sudah dialami Indonesia.
Sepakbola tidak melulu soal kemenangan, tetapi juga bagaimana caranya bangkit
dari keterpurukan.
1. Mogok di debut regional, vs
Thailand 1-1, SEA Games 1977 Untuk kali pertama Indonesia berpartisipasi di pesta
olahraga negara Asia Tenggara, SEA Games. Di cabang sepakbola, Indonesia disematkan status favorit karena sudah
langganan tampil di turnamen antarnegara seperti Merdeka Games, Piala Raja Thailand, atau
Piala Presiden Korea Selatan. Status favorit kian lantang ketika Indonesia mampu mengalahkan tuan rumah Malaysia 2-1
pada laga debut SEA Games. Setelah laga itu, skuad Indonesia menuding kubu tuan rumah
menerapkan strategi tidak sportif dengan jadwal ketat. Puncaknya terjadi ketika
di laga semi-final Indonesia
memprotes kepemimpinan wasit Othman Omar, asal Malaysia, yang dianggap berat
sebelah. Pemain Indonesia
berkelahi dengan Thailand
dan wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-60 pada kedudukan 1-1. Indonesia menolak melanjutkan laga sehingga
panitia memberikan kemenangan kepada Thailand. Indonesia pun melanjutkan protes dengan mogok
bertanding pada pertandingan perebutan medali perunggu melawan Burma.
2. Super-Mokh membungkam Senayan,
vs Malaysia 0-1, SEA Games 1979 Setelah kasus mogok pada partisipasi debut, Indonesia
berhasil melaju ke babak puncak SEA Games 1979 yang digelar di kandang sendiri.
Ratusan ribu pasang mata memadati Senayan berharap Indonesia mampu melengkapi gelar
juara umum dengan medali emas cabang primadona, sepakbola. Apalagi musuh di
laga puncak adalah seteru abadi, Malaysia. Harapan masyarakat Indonesia
musnah di kaki penyerang legendaris Harimau Malaya, Mokhtar Dahari.
Memanfaatkan kecerobohan Ronny Pattinasarany, pemain berjuluk Super-Mokh itu
berhasil membobol gawang Ronny Paslah pada menit ke-21. Indonesia gagal
membalas sepanjang sisa pertandingan dan rivalitas dua negara tetangga ini pun
kian dalam.
2. Raksasa melawan liliput, vs
Fiji 3-3, Kualifikasi Piala Dunia 1982
Indonesia tak mampu mengalahkan Fiji, negara seukuran provinsi Nusa Tenggara
Barat, dalam dua pertemuan pada kualifikasi Piala Dunia 1982. Tergabung di Sub
Grup A kualifikasi Piala Dunia 1982 bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan,
dan Fiji, Indonesia nyaris saja terhempas menjadi juru kunci. Hasil buruk
dibukukan pada empat laga pertama ketika dibekuk Selandia Baru 2-0 dan 5-0,
kandang dan tandang, menyerah 2-0 dari Australia di Melbourne, dan bermain
imbang 0-0 melawan tuan rumah Fiji. PSSI memutuskan mengganti pelatih Harry
Tjong dengan Endang Witarsa. Di Senayan, dua hari sebelum melawan Fiji, seperti
dilansir Tempo, manajer Syarnoebi Said akan menyuruh pemain Indonesia bersumpah
guna menepis kecurigaan kemungkinan disuap. Di lapangan, Indonesia sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya
disamakan 3-3 oleh Fiji
hingga pertandingan berakhir. Beruntung Indonesia
selamat dari posisi juru kunci setelah menaklukkan Australia 1-0 pada laga pamungkas
yang sudah tidak menentukan.
4. Antiklimaks Garuda 1, vs
Thailand 0-7, SEA Games 1985
Hanya empat bulan setelah sukses menjuarai Sub Grup B kualifikasi Piala Dunia
1986 dan hanya kalah dari Korea Selatan yang lolos ke Meksiko, Indonesia tidak
tampil dengan standar yang sama di SEA Games di Thailand. Padahal Indonesia
tampil dengan sisa-sisa skuad Garuda 1 yang berlatih khusus di Brasil. Bedanya,
Bertje Matulapelwa ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Sinyo Aliandoe. Pada
partisipasi kali ini, Indonesia
hanya mampu bermain imbang sekali dalam empat pertandingan. Puncaknya adalah
kekalahan telak 7-0 dari tuan rumah Thailand di semi-final. Usai SEA
Games, Bertje tetap dipercaya PSSI menangani timnas. Seperti diketahui, Bertje
kemudian sukses membawa Indonesia
menempati peringkat keempat Asian Games 1986. Kegagalan SEA Games rupanya
menjadi pelecut Indonesia untuk melaju jauh di Asian Games dan kemudian sukses
menjuarai SEA Games 1987 yang digelar di Jakarta.
5. Gol bunuh diri Mursyid
Effendy, vs Thailand 2-3, Piala Tiger 1998
Untuk menghindari tuan rumah sekaligus favorit Vietnam di semi-final, Indonesia
dan Thailand "menolak" menang pada pertandingan terakhir babak
penyisihan Grup A. Kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi-final, tetapi hasil
imbang saja sudah cukup bagi Thailand untuk menempati posisi runner-up dan
terhindar dari laga melawan Vietnam. Ketidakseriusan memuncak usai jeda. Indonesia memimpin dua kali sebelum selalu
disamakan Thailand.
Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang
sendiri! Thailand menang 3-2
dan berhadapan dengan Vietnam
di semi-final. Ketua Umum PSSI Azwar Anas menyambut kepulangan timnas di
bandara dan sambil berlinang air mata menyatakan pengunduran diri karena
insiden memalukan itu. Setelahnya, Mursyid juga mendapat sanksi larangan
bermain untuk timnas seumur hidup oleh FIFA.
6. Antiklimaks di Negeri Tirai
Bambu, vs Cina 0-5, Piala Asia 2004
Bersama pelatih Bulgaria yang senantiasa didampingi penerjemah bahasa
Indonesia, Ivan Kolev, membawa Garuda mengejutkan Asia dengan menundukkan Qatar
2-1 pada laga perdana Grup A Piala Asia 2004. Hasil tersebut menyebabkan Qatar memecat
pelatih Philippe Troussier. Optimisme pun melambung karena minimal Indonesia membutuhkan satu poin tambahan melawan
Cina dan Bahrain
pada dua laga susulan. Nyatanya,
Indonesia
tampil lesu pada laga kedua menghadapi tuan rumah Cina. Alex Pulalo mendapat
kartu merah pada menit ke-29 dan Garuda menyerah 5-0. Pada laga terakhir Indonesia dikalahkan Bahrain 3-1 dan gagal masuk delapan
besar. Kolev kemudian tidak melanjutkan tugas sebagai pelatih dan digantikan
oleh Peter Withe untuk Piala AFF tahun yang sama. Tim besutan Withe, dengan
mengandalkan bintang baru seperti Boaz Solossa dan Ilham Jayakesuma, tampil
mempesona di turnamen tersebut.
7. Blunder Garuda Muda, vs Suriah
0-7, kualifikasi Piala Dunia 2010
Gairah publik meningkat setelah penampilan Indonesia di Piala Asia 2007 yang
terbilang memuaskan meski gagal lolos ke babak perempat-final. Semangat melaju
jauh di kualifikasi Piala Dunia pun mengapung ketika berhadapan dengan Suriah
di babak eliminasi. Apa lacur, 9 November, Indonesia harus mengakui keunggulan
tim tamu 4-1. Merasa tak lagi punya peluang, Indonesia
mengirimkan tim U-23 yang disiapkan mengikuti
SEA Games 2007. Kebijakan
itu terbukti menjadi blunder. Garuda Muda menyerah 7-0 di Damaskus dan gagal
total di Nakhon Rachasima, Thailand. Pelatih Ivan Kolev yang
dipuja-puja saat Piala Asia pun sontak kehilangan kepercayaan PSSI dan
digantikan dengan Benny Dollo di awal 2008.
8. Tersandung di Bukit Jalil, vs
Malaysia 0-3, leg pertama final Piala AFF 2010
Sejengkal lagi perjuangan Indonesia mengakhiri puasa gelar sejak 1991 akan
terwujud di Piala AFF 2010. Indonesia
selalu menang dalam tiga pertandingan penyisihan grup dan dua laga semi-final
melawan tim kejutan Filipina. Lawan di laga puncak adalah Malaysia, tim
muda yang ditelan 5-1 pada laga pembuka di Senayan. Dengan segala sorotan dan
eksploitasi terhadap tim asuhan Alfred Riedl, termasuk dengan kegiatan tim
mengikuti pengajian sebelum laga final, Indonesia tersandung di Bukit
Jalil. Malaysia
mengejutkan dengan kemenangan 3-0 dan hasil itu hanya mampu dibalas 2-1 pada
laga kedua di Senayan beberapa hari berselang. Harapan publik untuk berprestasi
pun kembali pupus. Enam bulan setelah turnamen, terjadi pergantian kepemimpinan
PSSI dan Riedl secara kontroversial dipecat untuk digantikan dengan Wim
Rijsbergen.
9. Skandal Senayan, vs Yugoslavia
Selection 2-3, Laga eksebisi
Almarhum Tony Pogacnik tercenung setiap kali ditanya wartawan tentang peristiwa
memalukan yang terjadi di tengah persiapan Indonesia menghadapi Asian Games
1962 di negeri sendiri. Persiapan untuk cabang sepakbola digelar serius dengan
menggelar pelatnas dan membentuk dua tim, Banteng dan Garuda. Sejumlah laga
ujicoba digelar, antara lain menghadapi Torpedo Moskwa dan Yugoslavia
Selection. Pada kekalahan 3-2 melawan Yugoslavia Selection disinyalir sejumlah
pemain timnas menerima suap. Pogacnik bahkan sampai berlinang air mata ketika
kepolisian memeriksa dan menahan beberapa pemain atas tuduhan tersebut. Pada
akhirnya, Pogacnik terpaksa membentuk tim yang sama sekali baru. Di Asian
Games, Indonesia
gagal terbang tinggi dan tersisih di penyisihan grup.
10. Tragedi Manama, vs Bahrain
0-10, Kualifikasi Piala Dunia 2014
Terakhir, tentu saja hasil yang baru saja terjadi di pertandingan terakhir
kualifikasi menuju Brasil 2014. Tak lagi punya peluang, ditambah dengan masalah
dualisme kompetisi, PSSI memberangkatkan tim yang hanya diisi para pemain dari
kompetisi legal. Wim Rijsbergen tidak lagi menjadi pelatih dan Aji Santoso
dipercaya menukangi tim. Hasil buruk rupanya merusak laga debut Aji serta
sebagian besar para pemain di ajang internasional. Kekalahan 10-0 di Manama ini
merupakan yang terbesar dialami Indonesia
sepanjang sejarah, melampaui rekor 9-0 ketika dikalahkan Denmark pada
1974.
MASUKNYA POLITIK PECAH BELAH / DEVIDE ET IMPERA DI ORGANISASI PSSI
Politik adu domba atau devide et impera adalah kunci sukses mengusai bangsa Goliath yang bodoh ini. Secara definitif, devide et impera adalah kombinasi
strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan
menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi
kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Belanda menyadari
betul, dengan cara mempelajari keberagaman Indonesia, mereka ubah
keberagaman itu menjadi rasa kebencian dengan strategi devide et impera mereka.
Dari kolonialisme Belanda akhirnya bangsa ini mengenal praktek devide et impera. Sebelum
zaman kolonial, keberagaman bangsa ini disadari oleh masing-masing
budaya di Indonesia. Tidak pernah terjadi kisah serial Perang Nusantara
I, II, III dan seterusnya. Perang antar kerajaan memang terjadi, tetapi
bukan karena perbedaan, semata-mata ambisi raja-rajanya sendiri. Kita
pernah membenci kolonialisme, tetapi kita meniru kelakuan mereka. Bangsa
ini tidak berbakat imperialis. Lha Majapahit bagaimana? baca baik-baik,
apa pernah ada koloni orang-orang Majapahit di Melayu, di Papua, di
Kalimantan Tanjungpura? Majapahit tetap menghargai perbedaan meskipun
haus penghormatan. Sriwijaya bagaimana pak? Ya sama saja, yang penting
pelabuhan-pelabuhan berkiblat ke Sriwijaya. Mereka tidak pernah
mengibarkan kebencian atas perbedaan.
Kini, devide et impera merambah
sepakbola Indonesia. Dan praktek itu akhirnya memang berhasil
menggulingkan kekuasaan sebuah rezim sepakbola di PSSI yang selama 8
tahun menguasai sepakbola Indonesia.
Karena ketidakpuasan terhadap rezim Nurdin Halid yang selama
8 tahun menjalankan kompetisi sepakbola dengan amburadul, nir prestasi
internasional,kompetisi ISL yang penuh dengan mafia, seorang Arifin
Panigoro memunculkan liga tandingan, LPI. Dengan klaim lebih
profesional, jujur dan bebas dari uang rakyat. Maka, bermuncullah
klub-klub baru hasil konsorsium untuk menyemarakkan liga tandingan
tersebut. Umpan itu juga termakan oleh beberapa klub lama yang karena
dikecewakan oleh induk organisasinya akhirnya membelot dan mengikuti
liga tandingan. Persema, Persibo, PSM Makassar, dan Persebaya dianggap
berkhianat. Arifin Panigoro berhasil menjalankan devide et impera-nya.
Tak terima dengan pembelotan klub-klub tersebut, Nurdin
Halid bertindak tegas. Keempat klub pembelot tersebut dikeluarkan dari
PSSI, meski kemudian akhirnya hanya PSM yang diampuni. Mungkin karena
ikatan kedaerahan yang membuat Nurdin Halid mengampuni PSM. Sementara
itu, Persebaya, yang entah kenapa menjadi musuh bebuyutan Nurdin, malah
dibuatkan klub tandingannya. Diboyonglah para pemain Persikubar ke
Surabaya, dan Nurdin pun membentuk Persebaya tandingan. Devide et impera.
Mengapa waktu itu hanya Persebaya yang dikloning? Karena
Persebaya mempunyai basis supporter yang besar dan fanatik. Beda dengan
Persema dan Persibo. Dengan mass power yang besar itulah Nurdin berharap
Persebaya bikinannya akan bisa menarik sebagian supporter Persebaya
asli untuk mendukung kekuasaannya. Meski kenyataannya terbalik.
Persebaya-nya Nurdin malah tidak memiliki dukungan supporter.
Aksi people power para supporter Indonesia akhirnya berhasil
menggulingkan Nurdin dari PSSI. Pengurus memang telah berganti, namun devide et impera masih
terus berlanjut. Dengan maksud mereset kompetisi agar bisa dinilai
lebih profesional, Ketua Umum PSSI terpilih Djohar Arifin merangkul
kembali klub-klub yang dulu membelot. Dan operator kompetisi juga
diganti karena ditenggarai mempunyai banyak hutang dan dijadikan ladang
korupsi oleh pengurus lama.
Keputusan yang dianggap sepihak tersebut membuat beberapa
orang pengurus membelot dan membentuk organisasi tandingan KPSI.
Didukung oleh beberapa klub partisipan liga yang lama, akhirnya mereka
memunculkan lagi liga tandingan diluar PSSI. Muncullah dualisme liga
Indonesia, ISL dan IPL. Djohar Arifin yang
menahkodai PSSI jelas kocar-kacir dengan serangan tersebut. Dengan
alasan hukum dan administrasi serta deadline dari AFC, Djohar meminta
semua klub sudah harus berbadan hukum. Pengurus klub yang tidak siap
lebih memilih berlaga di ISL, dan muncullah dualisme klub. Ada Arema
IPL, ada pula Arema ISL. Persija, PSMS, Persis Solo, dan Persebaya yang
sudah lebih dulu dikembarkan. Sedangkan PSM Makassar yang sudah mapan di
IPL, sedang dibuatkan kembarannya oleh Kadir Halid, adik dari Nurdin
Halid. Divide et impera.
Setiap kubu punya alasan tersendiri, namun, tidak adakah kebesaran
hati mereka untuk bisa duduk bersama mewujudkan kebersamaan dan
persatuan? Berkacalah pada sejarah bangsa kita sendiri. Dalam pembahasan
mengenai bahasa persatuan saat kumpul-kumpul Boedi Oetomo 1928, Jong Ambon keberatan dengan bahasa
persatuan Indonesia yang didominasi kata dalam bahasa Melayu. Namun,
kebesaran hati mereka yang menerima bahasa persatuan Indonesia akhirnya
mampu menghasilkan sebuah kekuatan yang tidak terhingga: sumpah pemuda
dan akhirnya kemerdekaan Indonesia. Lihat pula kebesaran hati Bung Hatta yang menepikan emosi, warisan konflik, serta egonya untuk bernegosiasi dengan penjajah Belanda dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Hingga hasilnya dapat kita nikmati sampai saat ini, yaitu kemerdekaan penuh dan berdaulat.
Inilah yang seharusnya dicontoh oleh KPSI dan PSSI, jiwa kepahlawanan untuk menyelamatkan sepak bola nasional harus dikedepankan ketimbang saling menjatuhkan satu sama lain.
Selasa, 21 Februari 2012
INVESTIGASI PREMAN IBUKOTA
GENG REMAN JAKARTA
TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga."
Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semarang, Parung, Ciputat, dan Pamulang.
Wafat pada akhir 2008, Baharudin meninggalkan banyak warisan buat keluarganya, antara lain aset delapan koperasi berbadan hukum, yang cabangnya tersebar di sejumlah kota. Pengadilan Agama Jakarta Timur pun menetapkan istri dan empat anak Baharudin sebagai ahli waris. Konflik keluarga berawal ketika Masthahari, adik Baharudin, menuntut hak waris.
Masthahari menyewa jasa pengamanan dari Umar Kei, 33 tahun, pemuda dari Kei, Maluku. Tak mau kalah, Burhanuddin meminta pengawalan Alfredo Monteiro dan Logo Vallenberg dari kelompok Timor. Di lapangan, merekalah yang berhadapan.
Serangan itu datang pagi-pagi. Lima orang datang ke kantor Koperasi Bosar Jaya. "Kami dari Koperasi Mekar Jaya ingin mengambil alih kantor," kata Jamal, seorang penyerang. Tak lama kemudian datang Umar Kei, yang meminta Logo dan kelompoknya meninggalkan kantor. Ditolak, Umar memanggil anak buahnya yang datang dengan enam mobil. Menurut Logo, mereka bersenjata golok dan pedang samurai. Umar memerintahkan anak buahnya menyerang.
Para penyerang menyabet Logo. "Anak buah saya tak bersenjata," kata Logo. Bentrokan tak berlanjut karena petugas kompleks pertokoan itu telah datang. Belakangan Logo tahu, Umar bekerja dengan bendera Lembaga Bantuan Hukum Laskar Merah Putih. "Mereka mengatasnamakan koperasi simpan-pinjam Mekar Jaya," katanya.
Kepada Tempo, Umar mengatakan, dia datang untuk mengajak berunding. Ia meminta Logo dan teman-temannya meninggalkan kantor karena sengketa keluarga itu ditangani pengadilan. Sebelum menghadapi Logo, Umar mengatakan bahwa gengnya sudah lebih dulu berhadapan dengan anggota Brimob, kelompok Banten, Forum Betawi Rempug, dan kelompok Ongen Sangaji yang disewa Burhanuddin Harahap. "Mereka mundur menghadapi kelompok saya," katanya.
Sengketa waris pun menjadi pertikaian berdarah.
KELOMPOK Umar Kei dan kelompok Alfredo-Logo terhubung dalam usaha jasa pengamanan. Di ceruk "bisnis kekerasan" ini, ada pemain lain semacam Kembang Latar pimpinan Bahyudin, Petir di bawah komando Alo Maumere, Forum Betawi Rempug yang dipimpin Lutfi Hakim, Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten pimpinan Dudung Sugriwa, dan Pemuda Pancasila.
"Subsektor" bisnis ini merentang dari penagihan utang, jasa penjagaan lahan sengketa, pengelolaan jasa parkir, sampai pengamanan tempat hiburan dan perkantoran di Ibu Kota. Usaha pengamanan kantor antara lain dipilih Abraham Lunggana alias Lulung, 50 tahun. Mendirikan perusahaan PT Putraja Perkasa pada awal 2000, ia masuk jasa pengelolaan parkir dan pengamanan. Putraja memiliki anak perusahaan, PT Sacom. Abraham mengklaim mempekerjakan sekitar 4.000 orang. "Dulu sempat lebih besar dari itu," kata dia.
Anak buah Lulung menangani pengamanan Blok F, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tempat para pedagang kelontong. Ia mengambil alih "kekuasaan" yang sebelumnya dipegang oleh seorang jawara bernama Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, 62 tahun. Ucu dulu menyingkirkan penguasa sebelumnya, Rosario Marshal alias Hercules, seorang pemuda asal Timor Timur. Perusahaan Lulung juga mengelola perparkiran di sejumlah kantor, termasuk Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan (lihat "Pemburu Utang, Penjaga Parkir").
Persaingan antarkelompok sering sangat keras dan bisa diakhiri dengan pertumpahan darah. Akhir September lalu, dua kelompok berhadapan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jalan Ampera. Mereka menghadiri sidang bentrok berdarah, yang melibatkan sejumlah pemuda Kei dengan penjaga keamanan Blowfish Kitchen and Bar, Gedung Menara Mulia, Jakarta Selatan. (lihat "Dari Blowfish ke Ampera").
Menurut Agrafinus Rumatora, 42 tahun, dari kelompok Kei, penjaga keamanan Blowfish dipegang kelompok Flores Ende pimpinan Thalib Makarim. Perkelahian pada April lalu itu menewaskan dua pemuda Kei, yakni Yoppie Ingrat Tubun dan M. Soleh. Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghadirkan terdakwa pelaku pembunuhan dua orang itu. Ternyata sidang ini menyulut pertikaian lebih besar. Tiga orang dari kelompok Kei tewas, puluhan lainnya luka-luka. Seorang sopir bus pengangkut kelompok ini menjadi korban.
Daud Kei, Wakil Ketua Angkatan Muda Kei (AMKei), menganggap pertikaian dua kelompok itu lebih besar. Daud, 38 tahun, tangan kanan John Kei, ketua organisasi itu, mengatakan, "Ini bukan antara Kei dan Flores, tapi antara Maluku dan Flores Ende. Jangan salah tulis," katanya.
Setelah bentrokan di Ampera, Alfredo Monteiro dan Logo diperiksa polisi. Alfredo mengatakan bahwa polisi menduga ia dan Logo berkaitan dengan Thalib Makarim. Logo memang pernah bekerja untuk Thalib. "Cuma dua bulan," katanya. Polisi lalu menangkap enam tersangka, semuanya dari kelompok Flores Ende. "Bagaimana mungkin tidak ada tersangka satu pun dari mereka (kelompok Kei)?" kata Zakaria "Sabon" Kleden, 66 tahun, tokoh yang sangat dihormati di kalangan kelompok etnis.
PERALIHAN penguasa bisnis jagoan di Ibu Kota bukanlah suksesi yang mulus. Pada 1990-an, area ini dikuasai Hercules. Ia semula pemuda Timor yang direkrut Komando Pasukan Khusus, atau Kopassus, pada saat proses integrasi wilayah itu ke Indonesia. Terluka dalam kecelakaan helikopter, ia dibawa Gatot Purwanto, perwira pasukan yang dipecat dengan pangkat kolonel setelah insiden Santa Cruz, ke Jakarta.
Hercules menetap di Jakarta, dan segera merajai dunia para jagoan. Ia menguasai Tanah Abang. Namanya pun selalu dekat dengan kekerasan. Kekuasaan tak abadi. Pada 1996, ia tak mampu mempertahankan kekuasaannya di pasar terbesar se-Asia Tenggara itu. Kelompoknya dikalahkan dalam pertikaian dengan kelompok Betawi pimpinan Bang Ucu Kambing, kini 64 tahun.
Sejak itu ia tak lagi berkuasa. Tapi namanya telanjur menjadi ikon. Seorang perwira polisi mengatakan, setiap pergantian kepala kepolisian, Hercules selalu dijadikan "sasaran utama pemberantasan preman".
Pada masa kejayaan Hercules, ada Yorrys Raweyai. Pada awal 1980-an, ia bekerja menjadi penagih utang. Kekuatan pemuda asal Papua ini ditopang Pemuda Pancasila, organisasi yang mayoritas anggotanya anak-anak tentara. Dia menjadi ketua umum organisasi itu pada 2000 dan melompatkan kariernya di politik. Dia kini anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar.
Pemuda Pancasila juga menjual jasa pengamanan lahan, penagihan, dan penjaga keamanan. Ordernya diterima dari perusahaan resmi yang memiliki jaringan dengan Pemuda Pancasila. "Habis, mau kerja apa, mereka tidak punya ijazah," Yorrys menunjuk anggota kelompoknya. Soal cap preman, dia berkomentar enteng, "Saya anggap koreksi saja."
Pada generasi yang sama, Lulung, bekas preman Tanah Abang, kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan. Usahanya dimulai dari pengumpul sampah kardus bekas hingga barang bekas. "Karier"-nya mencorong ketika kemudian bermain dalam usaha pengamanan Tanah Abang.
Untuk melestarikan kekuatan, Lulung memilih jalur resmi. Ia mendirikan PT Putraja Perkasa, lalu PT Tujuh Fajar Gemilang, dan PT Satu Komando Nusantara. Perusahaan ini disesuaikan dengan "kompetensi inti" Lulung: jasa keamanan, perparkiran, penagihan utang. "Kami masuk lewat tender resmi," ujarnya.
Pada 1996, ketika Hercules berhadapan dengan Bang Ucu, Lulung memilih "berkolaborasi" dengan kelompok Timor. Alhasil, ia dikejar-kejar teman-temannya di Betawi. Bang Ucu menyelamatkannya. Itu sebabnya, kini Lulung rajin menyetor dana ke Ucu.
Dari Nusa Tenggara Timur ada nama Zakaria "Sabon" Kleden. Mendarat di Betawi pada 1961, Zaka-begitu dia disapa-mengatakan menjadi preman pertama asal daerahnya. "Dulu istilahnya geng. Ada geng Berland, Santana, dan Legos," tuturnya kepada Tempo.
Riwayat Zaka tak kalah berdarah. Ia mengaku sempat memutilasi korbannya. Ia juga mengatakan telah menembak mati beberapa orang. "Saya membela harga diri saya," ujarnya. Tapi ia mengatakan tak pernah dinyatakan bersalah. "Saya sering ditahan, tapi tidak pernah dihukum penjara," kata pria yang sangat dihormati kelompok preman terutama dari daerah Nusa Tenggara Timur itu. Tiga tahun lalu, Zaka menjalankan bisnis sekuriti, PT Sagas Putra Bangsa.
Dari eranya, Zaka menyebutkan nama ketua geng seperti Chris Berland, Ongky Pieter, Patrick Mustamu dari Ambon, Matt Sanger dari Manado, Jonni Sembiring dari Sumatera, Pak Ukar dan Rozali dari Banten, Effendi Talo dari Makassar. "Komunikasi di antara kami baik, maka jarang bentrok berdarah," tuturnya.
Pada awal 2000, muncul Basri Sangaji. Tapi dia terbunuh dalam penyerangan berdarah di Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan. "Bisnis"-nya diteruskan anggota keluarga Sangaji: Jamal dan Ongen. Ongen kini mantap dengan karier politiknya, menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Jakarta. "Target saya ketua Dewan Pimpinan Pusat," ujarnya.
Menjelang 1980-an kelompok-kelompok preman etnis juga membentuk organisasi massa. Dimulai dari Prems-kependekan dari Preman Sadar-pimpinan Edo Mempor. Tetap saja, bisnis mereka penagihan, perpakiran, dan jaga tanah sengketa. "Ini awal mulanya preman berbalut ormas," kata seorang mantan serdadu yang kini jadi preman.
Kelompok itu berdiri hingga kini. Ada Angkatan Muda Kei, Kembang Latar, Petir, Forum Betawi Rempug, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten, juga Angkatan Muda Kei.
SETELAH bentrok berdarah di Ampera, nama Thalib Makarim muncul ke permukaan. Para pesaingnya menyebut dia menyediakan pengamanan klub hiburan malam, seperti Blowfish, DragonFly, X2, dan Vertigo. Thalib resminya seorang pengacara. Dia pernah mendampingi artis kakak-adik Zaskia Adya Mecca dan Tasya Nur Medina, yang diculik oleh Novan Andre Paul Neloe. Ia juga menjadi anggota tim pengacara pengusaha Tomy Winata, ketika menggugat majalah Tempo pada 2005.
Thalib tercatat bekerja untuk kantor pengacara Victor B. Laiskodat & Associates di Melawai, Jakarta Selatan. Tapi, ketika Tempo mendatangi kantor ini, ia tak lagi bekerja di sana. "Lima tahun lalu sudah keluar," kata Mie Gebu, staf kantor ini. Beberapa orang yang berjanji bisa menghubungkan dia dengan Tempo juga gagal menemukannya. Ia juga tak pernah memenuhi panggilan polisi, yang menangani kasus Ampera.
Sumber Tempo di kalangan preman menyebutkan, Thalib merupakan pengganti Basri Sangaji. Ia menguasai tempat-tempat hiburan elite di Jakarta Selatan. "Termasuk lingkungan pasar Blok M-Melawai," katanya.
Adapun kelompok John Kei, menurut salah satu pentolannya, Agrafinus, berfokus pada jasa penagihan dan pengacara. Kelompok ini tidak masuk ke bisnis pengamanan tempat hiburan, perparkiran, ataupun pembebasan tanah. "Level kami bukan kelas recehan seperti itu," katanya. Sebab itulah, Daud Kei membantah tuduhan pertikaian di Blowfish dan Ampera dilatari perebutan lahan bisnis. "Kami etnis Maluku tidak ada bisnis penjagaan tempat hiburan," dia menegaskan.
Namun, menurut seorang preman senior, pertikaian antarkelompok separah itu umumnya karena berebut suplai atau meminta jatah. Sebab, perputaran uang di tempat-tempat dugem (dunia gemerlap) itu luar biasa besar. "Bayangin aja, dari suplai tisu, snack, minuman, sampai narkoba ada," tuturnya.
Berbeda dengan John Kei, Umar Kei meluaskan bisnisnya ke pembebasan tanah, termasuk penjagaannya. Di lahan ini juga bermain Forum Betawi Rempug dan Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten. Adapun perparkiran umumnya dipegang ormas lokal Betawi atau Banten, contohnya Haji Lulung.
Dari semua bisnis yang dilakoni kelompok etnis itu, sumber Tempo menuturkan, penghasilan terbesar ada di proyek pembebasan tanah. "Nilainya setara dengan uang jajan setahun," katanya. Mereka biasa menyebut penghasilan ini sebagai "jatah preman", yang dipelesetkan menjadi "jatah reman". Di tingkat kedua, penjagaan tempat hiburan malam. Kali ini jatahnya dipakai untuk "uang jajan sebulan". Sedangkan bisnis perpakiran menghasilkan jatah reman berupa "uang jajan harian".
Tak mengherankan bila dunia para jagoan ini sering diwarnai pertikaian, bahkan sampai berdarah-darah.
Sejarah Preman Jakarta
29 September 2010
Bentrokan antara kelompok Maluku (Kei) dan Flores (Thalib Makarim) ketika sidang kasus Blowfish di Jalan Ampera, di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Korban tewas dari kelompok Maluku: Frederik Philo Let Let, 29 tahun, Agustinus Tomas (49), dan seorang sopir Kopaja Syaifudin (48).
31 Juli 2010
Bentrokan Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), dan Komunikasi Masyarakat Membangun Lapisan Terbawah (Kembang Latar) di Rempoa, Ciputat.
30 Mei 2010
Bentrokan antara massa Forkabi dan warga Madura di Duri Kosambi, Cengkareng. Ketua Forkabi Cipondoh Endid Mawardi tewas dibacok.
12 April 2010
Koordinator keamanan Koperasi Bosar Jaya, Logo Vallenberg, dikeroyok kelompok Umar Kei. Penyebabnya sengketa warisan antarkeluarga pemilik koperasi.
4 April 2010
Bentrokan di Klub Blowfish, Wisma Mulia, Jakarta, menewaskan dua orang dari kelompok Kei, M. Sholeh dan Yoppie Ingrat Tubun. Klub Blowfish dijaga kelompok Flores Ende pimpinan Tha-lib Makarim.
14 Desember 2009
Mantan karyawan PT Maritim Timur Jaya, Susandi alias Aan, dipukul dan ditendang di bagian kepala dan dada oleh Viktor Laiskodat, pemimpin Artha Graha Group.
11 Agustus 2008
John Kei, pemuda Ambon, ditangkap Densus Antiteror 88 Kepolisian Daerah Maluku di Desa Ohoijang, Kota Tual. Dia diduga kuat terlibat penganiayaan terhadap dua warga Tual, Charles Refra dan Remi Refra, yang menyebabkan jari kedua pemuda itu putus.
1 Juni 2008
Bentrokan Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Markas Besar Kepolisian RI menetapkan lima anggota FPI sebagai tersangka dalam pengeroyok-an dan pemukulan terhadap anggota Aliansi.
27 April 2006
Ratusan anggota FBR mendatangi rumah artis Inul Daratista, menuntut Inul meminta maaf atas tindakannya menggelar demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi di Hotel Indonesia.
3 Februari 2006
Massa FPI mengamuk di depan kantor Kedutaan Besar Denmark, Menara Rajawali, terkait dengan pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW di koran Denmark, Jyllands-Posten.
19 Desember 2005
Hercules bersama 17 anak buahnya menyerang kantor Indopos, Jakarta Barat, karena keberatan atas artikel berjudul �Reformasi Preman Tanah Abang, Hercules Kini Jadi Santun". Dia divonis hukuman penjara 2 bulan.
18 Juni 2005
Kelompok Maluku mengamuk dan merusak kantor pemasaran Perumahan Taman Permata Buana, Jakarta Barat. Mereka mengaku mewakili Aminah binti Ilyas, pemilik tanah yang sedang bersengketa dengan pengembang.
8 Juni 2005
Keributan antara kelompok Basri Sangaji dan John Kei saat sidang kasus pemukulan di Diskotek Stadium, Jakarta Barat. Kakak kandung John Kei, Walterus Refra Kei alias Semmy Kei, terbunuh di lahan parkir Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Tindakan ini merupakan balas dendam atas pembunuhan Basri Sangaji dan bentrokan di Diskotek Stadium.
29 Mei 2005
Persatuan Pendekar Banten bentrok dengan Forkabi. Jahuri, 44 tahun, warga Cilampang, Banten, tewas, ditemukan di Gedung Serbaguna Perumahan Permata Buana. Bentrokan dipicu sengketa tanah.
1 Maret 2005
Ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, dan celurit berhadapan di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ketika sidang pembunuhan Basri Sangaji.
16 Februari 2005
Bentrokan antara petugas Tramtib DKI dan kelompok Hercules yang menjaga lahan kosong di Jalan H.R. Rasuna Said Blok 10-I Kaveling 5-7, Jakarta Selatan. Adik Hercules, Albert Nego Kaseh alias John Albert, mati tertembak senjata Kasi Operasi Satpol Pamong Praja DKI Jakarta, Chrisman Siregar.
12 Oktober 2004
Basri Sangaji tewas diserang sepuluh preman dari kelompok John Kei di kamar 301 Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan.
2 Maret 2004
Bentrokan antara kelompok Basri Sangaji dan John Kei di Diskotek Stadium di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Saat itu kelompok Basri menjaga diskotek dan diserang puluhan orang Kei. Dua penjaga keamanan dari kelompok Basri tewas.
7 Mei 2003
Bentrokan kubu Hercules dan Basri Sangaji di Kemang, Jakarta Selatan. Pertikaian menyebabkan Samsi Tuasah tewas akibat luka tembak di paha dan dada.
8 Maret 2003
David A. Miauw dan rekan, anak buah Tomy Winata, menye-rang dan melakukan pemukulan terhadap tiga wartawan majalah Tempo. Tomy berkeberatan atas artikel Tempo edisi Senin, 3 Maret 2003, berjudul "Ada Tomy di Tenabang?" Kasus ini dibawa ke pengadilan.
28 Maret 2002
Tujuh anggota FBR menganiaya anggota Urban Poor Consortium pimpinan Wardah Hafidz di kantor Komnas HAM, Menteng.
12 Desember 1998 dan 15 Januari 1999
Kerusuhan antara kelompok Ambon muslim dan Kristen dipicu peristiwa Ketapang. Kerusuhan Ambon ditengarai akibat provokasi beberapa kelompok preman.
22-23 November 1998
Kerusuhan antara Ambon muslim dan Kristen di daerah Ketapang, Jakarta Pusat. Baku hantam dipicu terbunuhnya empat pemuda muslim pada kerusuhan Semanggi, menjelang Sidang Istimewa MPR.
29 Mei 1997
Dedy Hamdun, preman asal Ambon beragama Islam, diculik lalu hilang hingga kini. Suami artis Eva Arnaz ini bekerja membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas presiden Soeharto. Sebelum hilang, Dedy aktif mendukung Partai Persatuan Pembangunan.
1996
Perang antara kelompok Betawi dan Timor pimpinan Hercules. Kelompok Timor hengkang dari Tanah Abang.
Laskar Jalanan
29 Juli 2001
FBR didirikan oleh KH Fadloli el-Muhir (almarhum) dengan jumlah pengikut saat pendirian 400 ribu orang.
18 April 2001
Forkabi dideklarasikan di Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.
10 Oktober 2000
Kelompok Laskar Merah Putih pimpinan Eddy Hartawan (almarhum). Kelompok pemuda ini pernah menjadi tenaga pengawal mendampingi Manohara Odelia Pinot.
Mei 2000
Angkatan Muda Kei (AmKei) didirikan oleh keluarga Kei dengan ketua John Refra atau John Kei. Organisasi terbentuk pascakerusuhan Tual, Maluku, pada Maret 1999. Kelompok ini mengklaim memiliki 12 ribu pengikut.
17 Agustus 1998
FPI didirikan oleh Muhammad Rizieq bin Husein Syihab di Jalan Petamburan III Nomor 83, Jakarta Pusat. Beberapa jenderal TNI dan Polri mendukung pendirian FPI, di antaranya mantan Kepala Polda Metro Jaya Komisaris Jenderal Nugroho Jayusman.
1998
Warga Betawi Tanah Abang mendirikan Ikatan Keluarga Besar Tanah Abang dan memilih jawara Tanah Abang, Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, sebagai ketua umum hingga sekarang.
Masa Orde Baru:
Tumbuh organisasi pemuda, seperti Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia, Yayasan Bina Kemanusiaan, dan belakangan organisasi Kembang Latar. Selain berbendera organisasi kepemudaan, ada kelompok informal yang sangat populer, seperti Siliwangi, Berland, Santana, dan Legos. Kelompok ini menjalankan usaha keamanan tempat hiburan serta sengketa lahan dan tempat parkir wilayah Jakarta Selatan.
Petrus
Pemerintah Orde Baru menekan kelompok preman dengan operasi rahasia "penembakan misterius" atau petrus. Investigasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan mencatat korban tewas petrus pada 1983 sekitar 532 orang, dan sepanjang 1984 dan 1985 sebanyak 181 orang.
Tim Investigasi Preman Jakarta Penanggung Jawab: Budi Setyarso Kepala Proyek: Anne L. Handayani Penyunting: Arif Zulkifli, Budi Setyarso Penulis dan Penyumbang Bahan: Anne L. Handayani, Budi Riza, Muchamad Nafi, Yuliawati Riset dan Fotografer: Bismo Agung, Novi Kartika Redaktur Bahasa: Uu Suhardi, Dewi Kartika Teguh W., Sapto Nugroho Desain: Eko Punto Pambudi, Hendy Prakasa, Agus Darmawan Setiadi, Tri Watno Widodo
Jatuh cinta turunkan risiko kecanduan alkohol
Anda yang masih jomblo, mungkin akan memilih menikmati malam minggu dengan meminum anggur atau minuman alkohol lainnya. Namun berdasarkan penelitian, diketahui bahwa seseorang yang sedang dalam hubungan asmara, lebih kecil kemungkinan mengonsumsi alkohol.
Penelitian tersebut menyatakan:
1) Empat persen orang yang telah menjalin hubungan asmara selama dua atau empat tahun, masih kecanduan alkohol,
2) Tiga persen orang yang telah menjalin hubungan asmara selama lebih dari lima tahun, masih kecanduan alkohol,
3) 12 persen orang yang sedang tidak menjalin hubungan asmara di usia 30-an, kecanduan alkohol,
4) 13,5 persen orang yang tidak menjalin hubungan asmara selama dua tahun, benar-benar mengalami kecanduan alkohol berat.
Jatuh cinta membuat kita awet muda
Kita semua tahu bahwa jatuh cinta dan bercinta adalah dua hal yang berbeda secara alamiah. Namun jatuh cinta biasanya sangat berpengaruh terhadap proses penuaan kita. Penelitian menunjukkan, jatuh cinta membuat kita awet muda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Royal Edinburgh Hospital di Skotlandia, didapatkan hasil bahwa para wanita yang melakukan hubungan seks sebanyak empat atau lima kali selama sepekan, akan terlihat 10 kali lebih muda dari usia sebenarnya.
Konsultan neuropsychologist Dr. David Weeks mengatakan, pasangan yang saling mencintai, tidak hanya terlihat memiliki bentuk tubuh yang lebih baik, namun juga berpengaruh terhadap kondisi fisik dan emosional. Jadi, mungkin lain kali kita semua akan lebih memilih baby oil sebagai krim anti penuaan.
Cinta baik bagi wanita, buruk bagi pria?
Berdasarkan penelitian yang dilakukan English Longitudinal Study of Ageing, didapatkan hasil bahwa para wanita yang sedang menjalin hubungan asmara, akan memiliki kualitas diri yang lebih tinggi dari biasanya, namun tidak sama halnya dengan yang terjadi pada suami atau pasangan mereka, yang justru memiliki kualitas diri yang lebih rendah dari biasanya.
Meski tampaknya hal itu lebih menguntungkan bagi wanita dibandingkan pria, namun orang yang menjalin hubungan asmara akan jauh lebih bahagia dibandingkan dengan yang orang-orang yang jomblo.
Penelitian lain memberikan hasil bahwa 40 persen pasangan yang menikah mengatakan bahwa mereka bahagia, dan hanya 25 persen orang-orang yang jomblo mengatakan bahwa mereka bahagia.
Cinta meningkatkan kesehatan mental kita
Cinta memberikan sejumlah keuntungan bagi kesehatan tubuh kita, termasuk dapat meningkatkan kesehatan mental bagi para wanita maupun pria yang sedang menjalin hubungan asmara. Di New Zealand, sebuah tim dari University of Otago melakukan penelitian pada 1000 orang. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang telah menjalin hubungan asmara selama lebih dari lima tahun, akan lebih kecil kemungkinan mengalami depresi maupun melakukan bunuh diri dibandingkan mereka yang jomblo.
Penelitian lain memberikan hasil bahwa orang-orang yang menikah, memiliki level yang lebih rendah untuk mengalami depresi dan stress dibandingkan mereka yang jomblo.
Cinta membuat kita lebih sering berulangtahun
Jatuh cinta akan membuat kita berulangtahun lebih dari sekali dalam setahun. Namun bukan berarti kita akan benar-benar berulang tahun. Penelitian membuktikan bahwa angka kematian pria jomblo berusia 30 hingga 59 tahun, dua setengah kali lebih tinggi dibandingkan dengan pria non-jomblo!
Angka kematian para wanita jomblo juga 23 persen lebih tinggi dibanding dengan para wanita menikah. Para peneliti menyatakan, ini karena para orang yang jomblo memiliki kesehatan yang jauh lebih buruk, pendapatan yang lebih rendah, dan terisolasi secara sosial. Dukungan dari orang lain akan membantu kita menjaga kesehatan.
Cinta sembuhkan penyakit jantung
Mungkin hanya kebetulan saja, bahwa cinta digambarkan dengan simbol jantung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Rochester di New York, memberikan hasil bahwa hubungan asmara yang bahagia akan memberikan ketahanan jantung yang tiga kali lebih baik. Penelitian membuktikan bahwa pernikahan yang baik, akan memberikan keuntungan bagi kesehatan jantung, seperti mau berhenti merokok, menjaga berat badan, dan memperkecil risiko serangan darah tinggi.
Penelitian lain yang dilakukan di University of North Carolina, dan di Human Communication Research. Mereka berdua menemukan bahwa jatuh cinta dapat memberikan dampak positif terhadap kolesterol.
Minggu, 22 Januari 2012
CARA MENGATASI BLACKBERRY LEMOT
Cara Mengatasi Blackberry Lemot
Banyak cara bisa anda lakukan mengatasi Blackberry lemot, biasanya blackberry lambat atau lemot dapat dirasakan jika sedang membuka file, internetan dll. Hal itu terjadi karena terlalu banyak data tersimpan di dalam perangkat Blackberry anda
Karena itu memory external sangat membantu untuk mengatasi blackberry anda yang lemot, secara tidak langsung memory external mempunyai peran penting pada kualitas Bkackberry anda Kali ini saya akan memberikan beberapa tip yang bisa diterapkan untuk menyiasati agar Blackberry tidak ‘lemot’. sehingga pertanyaan – pertanyaan anda seperti, cara menghilangkan lemot pada blackberry,cara agar blackberry tidak lemot,bagaimana tips untuk blackberry tidak lemot,caranya menghilangkan lemot di hp blackberry gimana ,tips agar bb tidak lemot harus dia apain, bagaimana agar blackberry saya tidak lemot seperti ini,agar bb gua tidak lemot, Oke ini jawabannya, Anda atasi dengan tips dibawah ini.
1. Pastikan memori internal anda tetap dalam kapasitas yang cukup.
2. File-file multimedia anda pastikan berada di dalam Media Card/Storage Card.
3. Biasakan mencabut baterai setiap 2-3 hari sekali untuk menghapus sisa-sisa file yang tidak terpakai.
4. Berikut ini beberapa shortcut yang bisa membantu,
- Untuk melihat sisa file atau file free, jangan habis kan waktu anda untuk membuka Options > Status. Cukup tekan “Alt” + “Left Shift” + “Letter H” secara bersamaan. shortcut ini akan menunjukkan info-info vital status Blackberry.
- Untuk mereset Blackberry pun tak perlu lagi mencabut baterai. Cukup tekan “Alt” + “Right Shift” + “Del” dan Blackberry anda akan langsung te-reset, sama seperti mencabut baterai.
5. Selalu rutin menghapus Browser Cache pada menu Browser Menu – Options – Cache Operations – Clear History
6. Bersihkan Event Log pada home screen dengan mengetik ‘ALT’ + huruf ‘L’ + ‘G’ + ‘L’ + ‘G’.
7. Rutin Memory Cleaning dengan masuk ke Options – Security Options – Enabled – Menu – Clean Now.
Tips diatas merupakan cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi blackberry anda agar tidak lemot sehingga pertanyaan-pertanyaan anda diatas bisa terjawab dengan segeradan blackberry anda bisa kembali berjalan dengan maksimal dan cepat alias tidak lemot lagi
Masuk Options > Advance Options > TCP/IP.
Centang
kotak APN setting enable trus di centang juga kotak APN Authentication
Enable. Terus di bawahnya ada tulisan username APN and Password APN,
silahkan diisi dengan data sesuai Operator dibawah ini:
TELKOMSEL
APN : telkomsel
USER : wap
PASSWORD : wap123
INDOSAT
Mentari & Matrix
APN : indosatgprs
USER : indosat
PASSWORD : indosat
IM3
APN : www.indosat-m3.net
USER : gprs
PASSWORD : im3
XL
APN : www.xlgprs.net
USER : xlgprs
PASSWORD : proxl
3 (Three)
APN : 3gprs
USER : 3gprs
PASSWORD : 3gprs
AXIS
APN : AXIS
USER : AXIS
PASSWORD : 123456
Semoga dengan memasukan APN ini akan membantu Kinerja BlackBerry anda
agar lebih cepat lagi, dan tentunya tidak lemot lagi. Sekedar tips,
jangan terlalu banyak memasang aplikasi yang terhubung terus dengan
intenet. Hal ini juga akan membuat lemot BlackBerry Anda. Selamat mencoba !
Minggu, 15 Januari 2012
SIAPAKAH "PRAMUGARI"
Pramugari adalah
staf/karyawan perusahaan penerbangan yang melayani penumpang terutama
keamanannya. Fungsi selanjutnya adalah melayani penumpang dan memberikan
kenyamanan pada mereka. Pramugari adalah anggota dari awak
pesawat. Istilah pramugari digunakan untuk staf perempuan, sedang
sebaliknya untuk staf lelaki adalah pramugara.
Para pramugari dan pramugara selama
dalam perjalanan penerbangan secara bersama-sama merupakan “awak kabin”
(“cabin crew”), sementara para pilot (di kokpit) dan para teknisi
memperhatikan aspek-aspek teknis penerbangan.
Tanggung jawab utama para awak
penerbangan adalah keamanan penumpang dan siap siaga dalam keadaan
darurat. Hal ini diikuti dengan tugas rutin pelayanan penumpang seperti
menyediakan makanan dan minuman di pesawat, dan memenuhi kebutuhan
individual para penumpangnya. Peran ini terkadang menjadikan konflik
ketika mereka harus meminta seorang penumpang yang telah minum minuman
beralkohol terlalu banyak untuk berhenti, atau untuk meminta penumpang
memasang sabuk pengaman, duduk, atau meminta mereka mengikuti prosedur
keamanan pesawat.
Untuk possibility jadi seorang istri dan
Ibu? Dan masih terbang? Kenapa tidak?
Kalo saya sih kalo dibolehin terbang
sama calon suami ( mana neehh?? ) saya milih terbang. Lumayan buat uang
saku dan nambah nambah. Percaya deh, saya sering terbang sama pramugari
yang punya anak dirumah, suka trenyuh bagaimana mereka kangennya minta
ampun sama anak mereka. Jarang memang pramugari yang sudah punya anak
masih terbang, tapi yang ada mereka sangat merindukan anaknya, beli oleh
oleh, dan biasanya kalo bisa mengatur schedule, mereka minta schedule
yang tidak terbang lama lama. Pramugara dan pilot juga begitu, paling
seneng membanggakan photo anak anaknya ( istirinya sih jarang hahaha )
beda sama pramugari mereka pasti pamer suami. Pramugari hanyalah manusia
biasa, yang merindukan sebuah keluarga hangat dan kasih sayang dari
suami dan anak anak.
Mungkin kendalanya adalah pekerjaan
pramugari itu sangat menguras tenaga, pokoknya capeknya minta ampun.
Bener bener gak bisa di jelaskan bagaimana rasa capek kita kalo abis
pulang terbang, 2 atau 3 kali lipet dari yang anda bayangkan. Kayak abis
nguli. Jadi mungkin itu kendala menjadi superwoman, kerja juga, jadi
istri dan ibunya anak anak. Tapi kalo lagi hamil kan dapet cuti.
Biasanya di Emirates, kalo anak udah bisa ditinggal ama baby sitter
mereka join lagi. Tapi berhubung di Dubai mahal baby sitter, jadi jarang
yang balik lagi.
Kalo saya bilang Mas Rodman, kalo
tunangan anda pramugari. Jangan Khawatir, pramugari itu hanya
pekerjaannya saja. Kalo pekerjaan tunangan anda seorang kasir misalnya,
apakah trus berarti dia tidak negative? You never know… jadi sekali lagi
jangan khawatir. Nanti kalo udah jadi suami resmi kan enak dapet tiket
gratis jalan jalan.. hehehe
DivaNusa Training
Dimulai dengan keinginan sebuah tim untuk ikut memajukan kualitas pendidikan di Indonesia serta memberikan bekal yang cukup dengan biaya yang terjangkau untuk mendapatkan pekerjaan yang layak khususnya di industry penerbangan baik itu di penerbangan domestic atau/dan penerbangan international, maka Diva Nusa didirikan dan dibentuk.
Diva Nusa didirikan oleh para professional yang sudah berlalu lalang di industry penerbangan puluhan tahun, sehingga tidak diragukan lagi tentang kemampuan dan pengalaman dalam menangani dan menghadapi perihal safety dan service, dimana kedua hal tersebut adalah hal yang paling utama dalam industry penerbangan. Safety menyangkut keselamatan penerbangan dimana sebagai pelaku di industry penerbangan tidak hanya bermodalkan penampilan menarik tetapi juga sebagai penjamin keselamatan penerbangan dalam mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan dengan selamat. Sedangkan Service sebagai penunjang dan penyedia segala kebutuhan penumpang selama penerbangan, sehingga penumpang merasa nyaman dan puas serasa berada di rumah sendiri.
Sebagai penjamin kualitas, Diva Nusa juga tidak hanya didukung oleh para professional dari dalam negeri, tetapi juga para profesioanal dari luar negeri, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan nantinya tidak hanya bertaraf nasional tetapi juga bertaraf international.
Diva Nusa juga dilengkapi oleh sarana dan prasarana yang lengkap serta juga ditunjang oleh lokasi yang strategis, aman dan nyaman.
INSTRUCTURE PHOTOS (CARTOON)
KERJASAMA DENGAN AIRLINES/INSTANSI
LEGALITAS
VISI : Menyediakan pendidikan dengan kualitas nasional dan international.
MISI : Masa depan Anda adalah Prioritas (your future is Priority)
Copyright © 2012 DivaNusa - Training. All
Rights Reserved.
Program-program Training sbb:
http://www.divanusa.com/
- FLIGHT ATTENDANTS (PRAMUGARA/I)
- GROUND STAFF
http://www.divanusa.com/
Kamis, 29 Desember 2011
" HINDARI MENIKAH DENGAN 7 TIPE PRIA INI "
Jakarta - Setiap wanita pasti memiliki impian untuk
menikah. Namun bukan berarti obsesi Anda untuk membina rumah tangga itu
membuat Anda menjadi 'asal-asalan' dalam memilih pria.
Sebelum memutuskan untuk berumah tangga, ada baiknya Anda mengenal lebih dalam pria yang sedang dekat dengan Anda saat ini. Karena ada beberapa tipe pria yang sebaiknya Anda hindari untuk dinikahi.
1. Pelit
Banyak wanita yang tidak keberatan jika harus membayarkan kekasihnya ketika kencan. Namun, wanita juga harus mempertimbangkan pria yang sama sekali tidak mau mengeluarkan uang sedikit pun. Anda harus memikirkan kehidupan selanjutnya jika menjalani pernikahan bersama si pria pelit nantinya. Apa jadinya jika memiliki suami yang tidak mau mengeluarkan uang sama sekali atau sangat perhitungan dalam mengelola keuangan? Karena dalam setiap hubungan, Anda dan dia harus berbagi, dalam berbagai hal, termasuk keuangan.
2. Mengontrol
Beberapa orang memiliki sikap lebih mudah untuk mengambil alih dan membuat keputusan. Terkadang hal tersebut menyenangkan bagi tipe wanita yang plin-plan. Namun sikap pria yang suka mengontrol bisa menjadi bencana dalam hubungan pernikahan nanti. Jika dia terlalu jauh mengendalikan hidup Anda, maka Anda tidak akan tahan dengannya. Kebebasan untuk berekspresi dan berteman juga terganggu. Lebih baik Anda mengambil kembali kehidupan Anda daripada hidup bersama orang yang suka mengatur.
3. Suka Berbohong
Anda bisa menilai dia berbohong dari kata-katanya yang tidak pernah konsisten atau dia sering menyembunyikan ponselnya. Apalagi jika dia sudah sering ketahuan berbohong. Pria yang sering berbohong akan sulit dipercaya dalam segala hal, Anda pun akan selalu merasa was-was menjalani hubungan dengan tipe pria pembohong.
4. Finansial yang Buruk
Banyak pasangan yang meremehkan masalah finansial ketika pacaran, namun ketika hubungan rumah tangga dibina masalah keuangan menjadi faktor penting. Jika si dia tidak memiliki pekerjaan yang tetap atau sering menghambur-hamburkan uang, maka Anda patut curiga. Finansial pria yang buruk menunjukkan dia belum dewasa dan tidak bisa bertanggung jawab.
5. Pemarah
Menurut Lawrence Kane, penulis 'The Little Black Book of Violence', pria yang tidak bisa menahan amarahnya merupakan tanda yang tidak baik pada hubungan. Meskipun dia belum pernah marah pada Anda, tapi jika pria terlihat sangat mudah marah dengan orang-orang di sekitarnya, sampai melakukan kekerasan fisik, Anda perlu berhati-hati. Besar kemungkinan dia akan berlaku sama pada Anda nantinya.
6. Sering Mengkritik
Sesekali mengkritik hal yang wajar. Namun jika si dia terlalu sering berkomentar negatif untuk segala aspek hidup Anda, maka dapat berdampak buruk pada kondisi psikologi Anda dan bisa membuat Anda menjadi tidak nyaman dengan diri sendiri.
"Komentar-komentarnya meskipun hanya sebagai lelucon, tapi bisa menjadi peringatan awal, pasangan Anda nantinya bisa mengkritik Anda lebih kasar lagi," papar Elizabeth Lombardo, Ph.D, psikolog dan penulis 'A Happy You (Morgan James)'.
7. Terobesesi dengan Ibunya
Dia sangat mencintai ibunya. Mendengarkan setiap nasihat ibunya, berkonsultasi kepada ibunya tentang segala hal di hidupnya dan seolah tidak bisa hidup tanpa ibunya. Ibunya juga memiliki pengaruh yang kuat dalam hubungan Anda dan si dia. Dia pun tidak segan mengemukakan pendapat ibunya tentang hubungan Anda dan dia. Jika sudah begini, kemungkinan besar dia akan terus menganggap ibunya benar dan Anda salah.
Sebelum memutuskan untuk berumah tangga, ada baiknya Anda mengenal lebih dalam pria yang sedang dekat dengan Anda saat ini. Karena ada beberapa tipe pria yang sebaiknya Anda hindari untuk dinikahi.
1. Pelit
Banyak wanita yang tidak keberatan jika harus membayarkan kekasihnya ketika kencan. Namun, wanita juga harus mempertimbangkan pria yang sama sekali tidak mau mengeluarkan uang sedikit pun. Anda harus memikirkan kehidupan selanjutnya jika menjalani pernikahan bersama si pria pelit nantinya. Apa jadinya jika memiliki suami yang tidak mau mengeluarkan uang sama sekali atau sangat perhitungan dalam mengelola keuangan? Karena dalam setiap hubungan, Anda dan dia harus berbagi, dalam berbagai hal, termasuk keuangan.
2. Mengontrol
Beberapa orang memiliki sikap lebih mudah untuk mengambil alih dan membuat keputusan. Terkadang hal tersebut menyenangkan bagi tipe wanita yang plin-plan. Namun sikap pria yang suka mengontrol bisa menjadi bencana dalam hubungan pernikahan nanti. Jika dia terlalu jauh mengendalikan hidup Anda, maka Anda tidak akan tahan dengannya. Kebebasan untuk berekspresi dan berteman juga terganggu. Lebih baik Anda mengambil kembali kehidupan Anda daripada hidup bersama orang yang suka mengatur.
3. Suka Berbohong
Anda bisa menilai dia berbohong dari kata-katanya yang tidak pernah konsisten atau dia sering menyembunyikan ponselnya. Apalagi jika dia sudah sering ketahuan berbohong. Pria yang sering berbohong akan sulit dipercaya dalam segala hal, Anda pun akan selalu merasa was-was menjalani hubungan dengan tipe pria pembohong.
4. Finansial yang Buruk
Banyak pasangan yang meremehkan masalah finansial ketika pacaran, namun ketika hubungan rumah tangga dibina masalah keuangan menjadi faktor penting. Jika si dia tidak memiliki pekerjaan yang tetap atau sering menghambur-hamburkan uang, maka Anda patut curiga. Finansial pria yang buruk menunjukkan dia belum dewasa dan tidak bisa bertanggung jawab.
5. Pemarah
Menurut Lawrence Kane, penulis 'The Little Black Book of Violence', pria yang tidak bisa menahan amarahnya merupakan tanda yang tidak baik pada hubungan. Meskipun dia belum pernah marah pada Anda, tapi jika pria terlihat sangat mudah marah dengan orang-orang di sekitarnya, sampai melakukan kekerasan fisik, Anda perlu berhati-hati. Besar kemungkinan dia akan berlaku sama pada Anda nantinya.
6. Sering Mengkritik
Sesekali mengkritik hal yang wajar. Namun jika si dia terlalu sering berkomentar negatif untuk segala aspek hidup Anda, maka dapat berdampak buruk pada kondisi psikologi Anda dan bisa membuat Anda menjadi tidak nyaman dengan diri sendiri.
"Komentar-komentarnya meskipun hanya sebagai lelucon, tapi bisa menjadi peringatan awal, pasangan Anda nantinya bisa mengkritik Anda lebih kasar lagi," papar Elizabeth Lombardo, Ph.D, psikolog dan penulis 'A Happy You (Morgan James)'.
7. Terobesesi dengan Ibunya
Dia sangat mencintai ibunya. Mendengarkan setiap nasihat ibunya, berkonsultasi kepada ibunya tentang segala hal di hidupnya dan seolah tidak bisa hidup tanpa ibunya. Ibunya juga memiliki pengaruh yang kuat dalam hubungan Anda dan si dia. Dia pun tidak segan mengemukakan pendapat ibunya tentang hubungan Anda dan dia. Jika sudah begini, kemungkinan besar dia akan terus menganggap ibunya benar dan Anda salah.
CARA MENCIPTAKAN ANAK CERDAS DAN JENIUS
Cara Membuat Anak Cerdas Jenius - Kita tentunya ingin anak kita tumbuh menjadi anak yang pintar dan jenius, dan yang pasti membuat anak menjadi cerdas bukanlah perkara yang mudah, karena membuat anak yang cerdas dan pintar ada banyak faktor yang harus dipenuhi. Selain faktor genetik, faktor keluarga dan lingkungan sangatlah berpengaruh dalam tumbuh perkembangan anak. Cara membuat anak cerdas dan jenius harus berimbang antara pola asuh dan juga nutrisi yang diberikan kepada anak kita sejak dalam kandungan.
Oleh karena itu bila kita ingin anak kita menjadi cerdas, maka hal hal diatas harus dipenuhi. Berikut ini akan saya berikan artikel tentang cara membuat anak yang saya dapatkan dari detikhealth :
1. Jauhi Anak dari Kebiasaan Nonton TV
Tiga puluh persen anak-anak di bawah usia 2 memiliki televisi di kamar tidurnya. Dan 59 persen anak-anak berusia di bawah 2 tahun menonton TV dua jam sehari. The American Academy of Pediatrics baru-baru ini mengeluarkan peringatan yang mendesak orangtua agar tidak membiarkan bayi dan balita menonton TV. Manfaat menonton TV bagi bayi tidak diketahui, namun TV diketahui merusak keterampilan mental dan menyia-nyiakan waktu untuk perkembangan otak yang seharusnya dihabiskan dengan cara berbicara dengan orang lain.
“Bahasa penting untuk pembelajaran anak-anak, dan bahasa yang didapatkan dari televisi tidak disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. TV tidak akan menjawab pertanyaan atau mengikuti keinginan anak-anak, yang mana hal inilah yang membuat anak pintar,” kata Roberta Golinkoff, pakar bahasa bayi dan rekan penulis buku ‘Einstein Never Used Flashcards: How Our Children Really Learn and Why They Need to Play More and Memorize Less’.
2. Beri anak Air Susu Ibu (ASI)
Anak berusia enam tahun yang diberi ASI terus menerus ketika bayi, skor tes IQ-nya 5 persen lebih tinggi daripada anak 6 tahun yang tidak mendapat ASI.
Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian yang diikuti oleh dua kelompok ibu di Belarusia baru dan anak-anaknya. Salah satu kelompok ibu-ibu memberi ASI eksklusif pada bayinya, artinya tidak memberi bayi makanan lain kecuali ASI sampai satu tahun. Sedangkan kelompok lain tidak hanya memberi ASI saja dan jangka waktu pemberian ASI lebih pendek.
Hasilnya, anak-anak dalam kelompok pertama mencetak skor lebih tinggi dalam bidang membaca, menulis dan matematika. “Hal pertama yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk membesarkan anak cerdas adalah dengan cara menyusui. Manusia memiliki persentase lemak lebih besar dibandingkan dengan susu sapi yang dibutuhkan untuk melindungi sel-sel otak,” kata ahli genetika Ricki Lewis, penulis buku ‘The Forever Fix: Gene Therapy and the Boy Who Saved It’.
3. Belajar musik
Anak-anak yang memainkan piano atau alat musik gesek mendapat skor keterampilan verbal 15 persen lebih tinggi daripada anak yang tidak memainkan alat musik. Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini melibatkan siswa dari area musik Boston dan sekolah umum.
Usia rata-rata siswa adalah 10 tahun dan beberapa di antaranya pernah belajar musik setidaknya selama tiga tahun. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan banyaknya korelasi antara musik, keterampilan bahasa dan skor IQ. Pertanyaan adalah apakah anak-anak yang pintar pandai bermain musik, atau apakah musik yang membuat anak menjadi pintar? “Gagasan bahwa gen mengendalikan nasib disebut determinisme genetik. Kami menentang ide ini sepanjang waktu,” kata Lewis.
4. Belajar Mengendalikan diri atau sabar
Anak-anak yang mampu menunda kepuasan 15 kali lebih lama daripada teman-temannya dan lebih sabar mendapat skor 210 poin lebih tinggi pada SAT (Scholastic Assessment Test).
Tes Penalaran SAT adalah tes standar untuk penerimaan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dalam suatu penelitian, anak-anak diberitahu bahwa mereka bisa makan dua kue jika mereka mau menunda makan kue yang pertama. Mereka yang bisa menunggu 15 menit sebelum makan kue pertama mencetak 210 poin lebih tinggi pada tes SAT nya daripada yang tidak bisa menunggu lebih dari satu menit.
“Pengendalian dorongan adalah faktor penting dalam fungsi eksekutif. Ilmuwan sekarang tahu bahwa menjadi jenius tidak banyak berkaitan dengan IQ, tapi berkaitan dengan fungsi eksekutif. Kemampuan untuk beralih tugas, mengingat, dan menghambat dorongan jauh lebih berkaitan dengan kesuksesan daripada IQ,” tegas Golinkoff.
5. Penuhi rumah dengan buku
Anak yang dibesarkan di sebuah rumah berisi setidaknya 500 buku memiliki kemungkinan lulus SMA 36 persen lebih tinggi dan 19 persen lebih mungkin lulus dari perguruan tinggi daripada anak yang dibesarkan di rumah yang hanya berisi beberapa atau bahkan tidak menyimpan buku. Penelitian ini dipublikasikan pada 2007, ketika buku masih menjadi benda yang nyata, bukan berbentuk file seperti sekarang. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kesenjangan melebar secara berlipat pada orangtua anak-anak yang buta huruf.
“Keberhasilan di sekolah bergantung tidak hanya pada kecerdasan bawaan, tapi juga membutuhkan etika yang baik. Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan. Orangtua yang suka membaca menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat,” kata psikolog Eileen Kennedy-Moore, penulis ‘Smart Parenting for Smart Kids’.
6. Hindari kegemukan pada anak
Anak gemuk mendapat skor 11 persen lebih rendah pada tes membaca daripada anak dengan berat badan normal. Ilmuwan di Temple University yang menyimpulkan pernyataan tersebut juga menemukan bahwa siswa sekolah menengah yang mengalami kelebihan berat badan memiliki prestasi lebih rendah daripada teman-teman sebayanya yang memiliki berat badan normal, serta lebih seriang tidak masuk dan terlambat datang sekolah. Penelitian ini menghubungkan massa tubuh yang lebih besar dengan prestasi sekolah yang lebih rendah.
“Memiliki kebiasaan hanya duduk dan menonton TV atau bermain game sangat merugikan untuk anak-anak. Mereka tidak berinteraksi dan banyak hal yang membuat kita pintar adalah hal yang hanya dipelajari dalam hubungan interaksi sosial,” kata Golinkoff.
7. Latihan aerobik meningkatkan kemampuan eksekutif anak-anak sebanyak 100 persen.
“Hasil terbaik diperoleh jika melakukan latihan dengan anak-anak. Mendorong gaya hidup aktif adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak,” kata ahli biologi molekuler, John Medina dalam bukunya yang berjudul ‘Brain Rules for Baby’.
8. Ikut program prasekolah
Anak yang mengikuti program prasekolah 52 persen lebih mungkin lulus SMA daripada yang tidak mengikuti program prasekolah.
Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini diikuti dua kelompok anak-anak yang kurang beruntung dari Michigan dari balita hingga berusia 40 tahun. Satu kelompok mengikuti program prasekolah ‘berkualitas tinggi’ untuk anak usia 3 dan 4 tahun, sedangkan kelompok lainnya tidak pernah mengikuti program prasekolah.
Pada usia 27 tahun, kelompok prasekolah lima kali lebih banyak yang memiliki rumah sendiri daripada kelompok non-prasekolah.
Pada usia 40, kelompok non-prasekolah ditangkap atas tuduhan narkoba delapan kali lebih banyak dibandingkan alumni prasekolah, dan dua kali lebih sering melakukan serangan fisik.
9. Usia Ayah jangan terlalu tua saat memiliki anak
Anak-anak yang dilahirkan ketika ayah berumur 20 tahun mendapat skor tes IQ 3 sampai 6 poin lebih tinggi daripada anak yang lahir dari ayah yang berusia dua kali lipat. Bertambahtuanya usia ayah berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf seperti autisme dan skizofrenia, serta disleksia dan berkurangnya kecerdasan.
Keturunan dari ayah yang lebih tua mengalami kerusakan yang halus pada tes kemampuan neurokognitif. “Kecenderungan modern untuk menunda memiliki anak mungkin berdampak memprihatinkan,” kata para peneliti seperti dikutip dari jurnal PLoS Medicine dalam artikel yang berjudul ‘Advanced Paternal Age Is Associated With Impaired Neurocognitive Outcomes During Infancy and Childhood’ oleh S. Saha, dkk.
10. Belajar juggling atau permainan ketangkasan seperti melempar 3 bola bergantian Belajar juggling dapat meningkatkan volume materi abu-abu di otak anak-anak sebanyak 3 persen.
“Struktur otak sangat ditentukan oleh gen, tetapi tidak sepenuhnya. Belajar keterampilan seperti juggling yang mendorong kemampuan persepsi dan motorik dapat meningkatkan 3 persen volume materi abu-abu di daerah visual,” kata peneliti Jeremy Gray dan Paul Thompson dari Universitas Yale dalam jurnal Nature Reviews Neuroscience. Volume materi abu-abu di otak berhubungan dengan kemampuan mental secara umum.
11. Perbanyak anak mendengar kosakata baru
Anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar kata-kata hampir empat kali lebih sedikit per tahunnya daripada anak-anak dari keluarga kelas profesional.
Para peneliti mengungkapkan bahwa semakin banyak kata-kata yang didengar, semakin besar kosakata dan semakin tinggi prestasi akademik. Peneliti juga mengungkapkan bahwa anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar sekitar 3 juta kata per tahun, sementara anak-anak dalam keluarga kelas pekerja mendengar 6 juta kata dan anak-anak di keluarga kelas profesional mendengar 11 juta kata per tahun.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Todd R. Risley and Betty Hart dalam bukunya ‘Meaningful Differences in the Everyday Experience of Young American Children’, anak-anak penerima dana bantuan sosial hanya mengetahui 500 kata pada usia 3 tahun, dibandingkan dengan 750 kata dan 1.100 kata pada kelompok lain.
12. Belajar bahasa asing
Anak-anak yang mempelajari bahasa asing selama dua tahun mendapat skor SAT 14 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak pernah mempelajari bahasa asing.
Belajar bahasa asing selama satu tahun berkaitan dengan skor SAT yang sedikit lebih tinggi, tetapi belajar bahasa asing selama dua tahun menghasilkan kenaikan skor SAT sebanyak 14 dan 13 persen pada bagian tes verbal dan matematika dibandingkan siswa yang belum pernah mempelajari bahasa asing. Setiap penambahan satu tahun belajar bahasa asing menghasilkan kenaikan skor lebih banyak.
“Nilai verbal siswa yang mempelajari bahasa asing selama empat atau lima tahun lebih tinggi daripada skor verbal siswa yang mempelajari pelajaran lain selama empat atau lima tahun,” tulis para Thomas C. Cooper pada artikelnya yang berjudul ‘Foreign-Language Study and SAT-Verbal Scores’ dalam Modern Language Journal.
13. Batasi permainan game komputer atau video game
Siswa yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari bermain komputer dan video game mendapat skor ujian sekolah 9,4 persen lebih rendah daripada siswa yang tidak lagi memainkan game semacam itu.
Efek elektronik permainan terhadap prestasi memicu perdebatan akademis yang intens. Sebuah kajian yang dilakukan pada siswa di Inggris membandingkan hasil tes para gamer dengan bukan gamer.
“Tidak ada satu korelasi positif signifikan yang ditemukan antara frekuensi game dan kinerja akademik. Bermain videogame berlebihan dapat mengganggu sekolah seperti halnya kegiatan lain yang dilakukan berlebihan semisal membaca untuk kesenangan, bermain di luar, tidur, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga,” tulis peneliti Barry Ip, dkk lewat artikel berjudul ‘Gaming Frequency and Academic Performance’ yang dimuat dalam Australasian Journal of Educational Technology.
14. Hindari paparan pestisida saat hamil
Anak-anak dari ibu yang terkena pestisida saat hamil memiliki nilai IQ 1,4 persen lebih rendah daripada anak-anak yang ibunya tidak terkena pestisida. Ilmuwan dari Universitas Columbia mempelajari anak berusia 7 tahun dan ibunya.
Para imuwan menemukan hubungan langsung antara paparan pestisida pertanian sebelum kelehiran dengan IQ yang rendah. Dampak negatif dari paparan pestisida bahkan lebih besar pada kerja ingatan, salah satu elemen dari keterampilan penting yang disebut ‘fungsi eksekutif’.
Paparan kimia berupa komponen tak terlihat di udara yang dihirup dapat menurunkan kecerdasan anak. Nah, bila anda ingin anak anda menjadi cerdas dan jenius, maka praktekanlah cara cara membuat anak cerdas jenius diatas. Demikian info yang bisa saya tulis tentang cara membuat anak cerdas jenius.
Oleh karena itu bila kita ingin anak kita menjadi cerdas, maka hal hal diatas harus dipenuhi. Berikut ini akan saya berikan artikel tentang cara membuat anak yang saya dapatkan dari detikhealth :
1. Jauhi Anak dari Kebiasaan Nonton TV
Tiga puluh persen anak-anak di bawah usia 2 memiliki televisi di kamar tidurnya. Dan 59 persen anak-anak berusia di bawah 2 tahun menonton TV dua jam sehari. The American Academy of Pediatrics baru-baru ini mengeluarkan peringatan yang mendesak orangtua agar tidak membiarkan bayi dan balita menonton TV. Manfaat menonton TV bagi bayi tidak diketahui, namun TV diketahui merusak keterampilan mental dan menyia-nyiakan waktu untuk perkembangan otak yang seharusnya dihabiskan dengan cara berbicara dengan orang lain.
“Bahasa penting untuk pembelajaran anak-anak, dan bahasa yang didapatkan dari televisi tidak disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. TV tidak akan menjawab pertanyaan atau mengikuti keinginan anak-anak, yang mana hal inilah yang membuat anak pintar,” kata Roberta Golinkoff, pakar bahasa bayi dan rekan penulis buku ‘Einstein Never Used Flashcards: How Our Children Really Learn and Why They Need to Play More and Memorize Less’.
2. Beri anak Air Susu Ibu (ASI)
Anak berusia enam tahun yang diberi ASI terus menerus ketika bayi, skor tes IQ-nya 5 persen lebih tinggi daripada anak 6 tahun yang tidak mendapat ASI.
Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian yang diikuti oleh dua kelompok ibu di Belarusia baru dan anak-anaknya. Salah satu kelompok ibu-ibu memberi ASI eksklusif pada bayinya, artinya tidak memberi bayi makanan lain kecuali ASI sampai satu tahun. Sedangkan kelompok lain tidak hanya memberi ASI saja dan jangka waktu pemberian ASI lebih pendek.
Hasilnya, anak-anak dalam kelompok pertama mencetak skor lebih tinggi dalam bidang membaca, menulis dan matematika. “Hal pertama yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk membesarkan anak cerdas adalah dengan cara menyusui. Manusia memiliki persentase lemak lebih besar dibandingkan dengan susu sapi yang dibutuhkan untuk melindungi sel-sel otak,” kata ahli genetika Ricki Lewis, penulis buku ‘The Forever Fix: Gene Therapy and the Boy Who Saved It’.
3. Belajar musik
Anak-anak yang memainkan piano atau alat musik gesek mendapat skor keterampilan verbal 15 persen lebih tinggi daripada anak yang tidak memainkan alat musik. Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini melibatkan siswa dari area musik Boston dan sekolah umum.
Usia rata-rata siswa adalah 10 tahun dan beberapa di antaranya pernah belajar musik setidaknya selama tiga tahun. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan banyaknya korelasi antara musik, keterampilan bahasa dan skor IQ. Pertanyaan adalah apakah anak-anak yang pintar pandai bermain musik, atau apakah musik yang membuat anak menjadi pintar? “Gagasan bahwa gen mengendalikan nasib disebut determinisme genetik. Kami menentang ide ini sepanjang waktu,” kata Lewis.
4. Belajar Mengendalikan diri atau sabar
Anak-anak yang mampu menunda kepuasan 15 kali lebih lama daripada teman-temannya dan lebih sabar mendapat skor 210 poin lebih tinggi pada SAT (Scholastic Assessment Test).
Tes Penalaran SAT adalah tes standar untuk penerimaan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dalam suatu penelitian, anak-anak diberitahu bahwa mereka bisa makan dua kue jika mereka mau menunda makan kue yang pertama. Mereka yang bisa menunggu 15 menit sebelum makan kue pertama mencetak 210 poin lebih tinggi pada tes SAT nya daripada yang tidak bisa menunggu lebih dari satu menit.
“Pengendalian dorongan adalah faktor penting dalam fungsi eksekutif. Ilmuwan sekarang tahu bahwa menjadi jenius tidak banyak berkaitan dengan IQ, tapi berkaitan dengan fungsi eksekutif. Kemampuan untuk beralih tugas, mengingat, dan menghambat dorongan jauh lebih berkaitan dengan kesuksesan daripada IQ,” tegas Golinkoff.
5. Penuhi rumah dengan buku
Anak yang dibesarkan di sebuah rumah berisi setidaknya 500 buku memiliki kemungkinan lulus SMA 36 persen lebih tinggi dan 19 persen lebih mungkin lulus dari perguruan tinggi daripada anak yang dibesarkan di rumah yang hanya berisi beberapa atau bahkan tidak menyimpan buku. Penelitian ini dipublikasikan pada 2007, ketika buku masih menjadi benda yang nyata, bukan berbentuk file seperti sekarang. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kesenjangan melebar secara berlipat pada orangtua anak-anak yang buta huruf.
“Keberhasilan di sekolah bergantung tidak hanya pada kecerdasan bawaan, tapi juga membutuhkan etika yang baik. Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan. Orangtua yang suka membaca menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat,” kata psikolog Eileen Kennedy-Moore, penulis ‘Smart Parenting for Smart Kids’.
6. Hindari kegemukan pada anak
Anak gemuk mendapat skor 11 persen lebih rendah pada tes membaca daripada anak dengan berat badan normal. Ilmuwan di Temple University yang menyimpulkan pernyataan tersebut juga menemukan bahwa siswa sekolah menengah yang mengalami kelebihan berat badan memiliki prestasi lebih rendah daripada teman-teman sebayanya yang memiliki berat badan normal, serta lebih seriang tidak masuk dan terlambat datang sekolah. Penelitian ini menghubungkan massa tubuh yang lebih besar dengan prestasi sekolah yang lebih rendah.
“Memiliki kebiasaan hanya duduk dan menonton TV atau bermain game sangat merugikan untuk anak-anak. Mereka tidak berinteraksi dan banyak hal yang membuat kita pintar adalah hal yang hanya dipelajari dalam hubungan interaksi sosial,” kata Golinkoff.
7. Latihan aerobik meningkatkan kemampuan eksekutif anak-anak sebanyak 100 persen.
“Hasil terbaik diperoleh jika melakukan latihan dengan anak-anak. Mendorong gaya hidup aktif adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak,” kata ahli biologi molekuler, John Medina dalam bukunya yang berjudul ‘Brain Rules for Baby’.
8. Ikut program prasekolah
Anak yang mengikuti program prasekolah 52 persen lebih mungkin lulus SMA daripada yang tidak mengikuti program prasekolah.
Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini diikuti dua kelompok anak-anak yang kurang beruntung dari Michigan dari balita hingga berusia 40 tahun. Satu kelompok mengikuti program prasekolah ‘berkualitas tinggi’ untuk anak usia 3 dan 4 tahun, sedangkan kelompok lainnya tidak pernah mengikuti program prasekolah.
Pada usia 27 tahun, kelompok prasekolah lima kali lebih banyak yang memiliki rumah sendiri daripada kelompok non-prasekolah.
Pada usia 40, kelompok non-prasekolah ditangkap atas tuduhan narkoba delapan kali lebih banyak dibandingkan alumni prasekolah, dan dua kali lebih sering melakukan serangan fisik.
9. Usia Ayah jangan terlalu tua saat memiliki anak
Anak-anak yang dilahirkan ketika ayah berumur 20 tahun mendapat skor tes IQ 3 sampai 6 poin lebih tinggi daripada anak yang lahir dari ayah yang berusia dua kali lipat. Bertambahtuanya usia ayah berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf seperti autisme dan skizofrenia, serta disleksia dan berkurangnya kecerdasan.
Keturunan dari ayah yang lebih tua mengalami kerusakan yang halus pada tes kemampuan neurokognitif. “Kecenderungan modern untuk menunda memiliki anak mungkin berdampak memprihatinkan,” kata para peneliti seperti dikutip dari jurnal PLoS Medicine dalam artikel yang berjudul ‘Advanced Paternal Age Is Associated With Impaired Neurocognitive Outcomes During Infancy and Childhood’ oleh S. Saha, dkk.
10. Belajar juggling atau permainan ketangkasan seperti melempar 3 bola bergantian Belajar juggling dapat meningkatkan volume materi abu-abu di otak anak-anak sebanyak 3 persen.
“Struktur otak sangat ditentukan oleh gen, tetapi tidak sepenuhnya. Belajar keterampilan seperti juggling yang mendorong kemampuan persepsi dan motorik dapat meningkatkan 3 persen volume materi abu-abu di daerah visual,” kata peneliti Jeremy Gray dan Paul Thompson dari Universitas Yale dalam jurnal Nature Reviews Neuroscience. Volume materi abu-abu di otak berhubungan dengan kemampuan mental secara umum.
11. Perbanyak anak mendengar kosakata baru
Anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar kata-kata hampir empat kali lebih sedikit per tahunnya daripada anak-anak dari keluarga kelas profesional.
Para peneliti mengungkapkan bahwa semakin banyak kata-kata yang didengar, semakin besar kosakata dan semakin tinggi prestasi akademik. Peneliti juga mengungkapkan bahwa anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar sekitar 3 juta kata per tahun, sementara anak-anak dalam keluarga kelas pekerja mendengar 6 juta kata dan anak-anak di keluarga kelas profesional mendengar 11 juta kata per tahun.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Todd R. Risley and Betty Hart dalam bukunya ‘Meaningful Differences in the Everyday Experience of Young American Children’, anak-anak penerima dana bantuan sosial hanya mengetahui 500 kata pada usia 3 tahun, dibandingkan dengan 750 kata dan 1.100 kata pada kelompok lain.
12. Belajar bahasa asing
Anak-anak yang mempelajari bahasa asing selama dua tahun mendapat skor SAT 14 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak pernah mempelajari bahasa asing.
Belajar bahasa asing selama satu tahun berkaitan dengan skor SAT yang sedikit lebih tinggi, tetapi belajar bahasa asing selama dua tahun menghasilkan kenaikan skor SAT sebanyak 14 dan 13 persen pada bagian tes verbal dan matematika dibandingkan siswa yang belum pernah mempelajari bahasa asing. Setiap penambahan satu tahun belajar bahasa asing menghasilkan kenaikan skor lebih banyak.
“Nilai verbal siswa yang mempelajari bahasa asing selama empat atau lima tahun lebih tinggi daripada skor verbal siswa yang mempelajari pelajaran lain selama empat atau lima tahun,” tulis para Thomas C. Cooper pada artikelnya yang berjudul ‘Foreign-Language Study and SAT-Verbal Scores’ dalam Modern Language Journal.
13. Batasi permainan game komputer atau video game
Siswa yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari bermain komputer dan video game mendapat skor ujian sekolah 9,4 persen lebih rendah daripada siswa yang tidak lagi memainkan game semacam itu.
Efek elektronik permainan terhadap prestasi memicu perdebatan akademis yang intens. Sebuah kajian yang dilakukan pada siswa di Inggris membandingkan hasil tes para gamer dengan bukan gamer.
“Tidak ada satu korelasi positif signifikan yang ditemukan antara frekuensi game dan kinerja akademik. Bermain videogame berlebihan dapat mengganggu sekolah seperti halnya kegiatan lain yang dilakukan berlebihan semisal membaca untuk kesenangan, bermain di luar, tidur, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga,” tulis peneliti Barry Ip, dkk lewat artikel berjudul ‘Gaming Frequency and Academic Performance’ yang dimuat dalam Australasian Journal of Educational Technology.
14. Hindari paparan pestisida saat hamil
Anak-anak dari ibu yang terkena pestisida saat hamil memiliki nilai IQ 1,4 persen lebih rendah daripada anak-anak yang ibunya tidak terkena pestisida. Ilmuwan dari Universitas Columbia mempelajari anak berusia 7 tahun dan ibunya.
Para imuwan menemukan hubungan langsung antara paparan pestisida pertanian sebelum kelehiran dengan IQ yang rendah. Dampak negatif dari paparan pestisida bahkan lebih besar pada kerja ingatan, salah satu elemen dari keterampilan penting yang disebut ‘fungsi eksekutif’.
Paparan kimia berupa komponen tak terlihat di udara yang dihirup dapat menurunkan kecerdasan anak. Nah, bila anda ingin anak anda menjadi cerdas dan jenius, maka praktekanlah cara cara membuat anak cerdas jenius diatas. Demikian info yang bisa saya tulis tentang cara membuat anak cerdas jenius.







































