Jumat, 04 September 2009

AL QUR’AN DAN SUNNAH ROSUL SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

Sebelum wafat Rosulullah SAW berwasiat : AKU TINGGALKAN UNTUK KAMU SEKALIAN DUA PERKARA (PUSAKA), TIDAK AKAN KAMU SEKALIAN TERSESAT SELAMA KAMU SEKALIAN BERPEGANG TEGUH KEPADA KEDUANYA, YAITU KITABULLAH (AL QUR’AN) DAN SUNNAH ROSULNYA.

KAMI TURUNKAN (AL QUR ‘AN) DENGAN KEBENARAN DAN DENGAN KEBENARAN DIA TURUN (AL ISRA 17 : 105)

Berarti Yang Maha Benar senantiasa mendampingi Al Qur’an pembawa kebenaran yang diturunkan kedalam qolbu Muhammad SAW dan… kedalam Qolbu orang –orang yang beriman…..Dengan perkataan lain Al Qur’an bukan ciptaan Muhammad SAW, Muhammad SAW hanya sebagai perantara. Yang Maha Benar Senantiasa mendampingi Al Qur’an untuk menjaga keaslihan dan kelestariannya.

TIADAKAH MEREKA ITU MERENUNGKAN AL QUR’AN ??? SEANDAINYA AL QUR’AN ITU (BERASAL) DARI SELAIN ALLAH, TENTU MEREKA AKAN MENEMUKAN BANYAK PERTENTANGAN DI DALAMNYA (AN NISA 4 :82 )

Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita harus bersyukur, karena mempunyai kitab Al Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan. Seperti kita ketahui bahwa tidak satu ayatpun di dalam Al Qur’an yang isinya saling bertentangan, akan tetapi justru antara ayat yang satu dengan yang lainnya saling menunjang, saling berkaitan , sebagai salah satu bukti bahwa Al Qur’an berasal dari ALLAH, bukan buatan manusia.
Silahkan bandingkan dengan kitab lain yang bukan AL QUR’AN…

DIALAH JIBRIL YANG MEMPUNYAI AL QUR’AN KEDALAM QOLBU-MU DENGAN SEIZIN ALLAH (AL BAQARAH 2 : 97 )

QOLBU adalah ujung paling bawah dari sumbu komunikasi vertikal kepada ALLAH. Qolbu merupakan pintu masuk ke alam ghoib. Hanya Qolbu yang bisa Ma’rifah kepada ALLAH, dalam hal ini mata hati seorang mukmin tentu tidak buta.

ALLAH MEMBIMBING KEPADA CAHAYA-NYA BAGI SIAPA YANG DIA KEHENDAKI (AN NUUR 24 : 35)

BARANG SIAPA YANG HATINYA DIBUKA OLEH ALLAH KEPADA ISLAM (KEDAMAIAN), MAKA DIA ITU MENDAPAT NUR DARI TUHANNYA (AZ ZUMAR 22)

DENGAN DEMIKIAN KAMI WAHYUKAN KEPADAMU MUHAMMAD, WAHYU DENGAN PERINTAH AKU. SEBELUMNYA KAMU MUHAMMAD TIDAKLAH KAMU MENGETAHUI APA ITU AL QUR’AN DAN TIDAK PULA KAMU MENGETAHUI APA ITU IMAN, TETAPI AKU JADIKAN AL QUR’AN ITU NUR SEBAGAI PETUNJUK BAGI SIAPA – SIAPA YANG KAMI KEHENDAKI DI ANTARA HAMBA-HAMBA KAMI DAN SESUNGGUHNYA KAMU MUHAMMAD DIBERI PETUNJUK KEPADA JALAN YANG LURUS (ASY-SYURA 42 : 52)

INILAH AL QUR’AN YANG TIADA DIRAGUKAN (ISINYA), SUATU PETUNJUK BAGI MEREKA YANG TAQWA (AL BAQARAH 2 : 2)

TIADA KAMI (ALLAH) MENGUTUS SEORANG ROSUL, KECUALI DENGAN BAHASA KAUMNYA SENDIRI UNTUK MEMBERI PENJELASAN KEPADA MEREKA LALU ALLAH MENYESATKAN SIAPA YANG DIA KEHENDAKI, DAN MEMBIMBING SIAPA YANG DIA KEHENDAKI, DIA MAHA PERKASA DAN MAHA BIJAKSANA (IBRAHIM 14 : 4 )

AKU TURUNKAN AL QUR’AN DALAM BAHASA ARAB SUPAYA KAMU MEMPEROLEH PENGERTIAN (YUSUF 12 : 2)

Kenapa dalam bahasa Arab ??? mungkin karena Rosulullah SAW adalah bangsa Arab atau mungkin juga bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat kaya akan perbendaharan kata-katanya serta mempunyai makna yang mudah dicerna oleh bangsa – bangsa lain, sehingga menarik minat bangsa lain untuk mempelajari Al Qur’an.

SESUNGGUHNYA TELAH KAMI MUDAHKAN AL QUR’AN UNTUK DIPELAJARI MAKA ADAKAH ORANG ORANG YANG MENGAMBIL PELAJARAN (AL QOMAR 54 : 17)

SESUNGGUHNYA DALAM AL QUR’AN ITU TERDAPAT RAHMAT YANG BESAR DAN PELAJARAN BAGI ORANG - ORANG YANG BERIMAN (AL ANKABUT 29 : 50-51)

ALLAH MENGHENDAKI KEMUDAHAN BAGIMU, DAN TIDAK MENGHENDAKI KESUKARAN BAGIMU (AL BAQARAH 2 : 185)

Menurut penelitian para ahli, pada zaman Rosullullah ternyata bahasa Arab bukanlah merupakan suatu bahasa yang baru tumbuh, akan tetapi merupakan suatu bahasa yang sudah matang dan sudah mencapai puncak perkembangannya, sehingga mempunyai perbendaharaan kata yang sangat luas.
Sebagai bukti penelitian para ahli adalah : Pada masa tersebut masyarakat Arab sangat menghargai karya sastra Arab yang bermutu, baik yang berbentuk prosa maupun yang berbentuk puisi. Karya satra tidak mungkin popular bila bahasanya belum berkembang sempurna.
Mereka (masyarakat Arab) pada waktu itu sangat terpesona dengan keindahan gaya bahasa serta isi kandungan Al Qur’an, sehingga mereka merasa terpanggil untuk memeluk agama Islam. Selanjutnya mereka yang sudah memeluk agama Islam senantiasa berusaha untuk mempertahankan kelestarian bahasa Arab berdasarkan bahasa yang ada di dalam Al Qur’an tersebut.
Bahasa Arab di dalam Al Qur.an disebut bahasa Arab Fusha yang dijadikan bahasa resmi diseluruh Negara – Negara Arab termasuk Libanon. Maroko, dan lain – lain, serta dipergunakan juga diperguruan Tinggi Al Azhar dan Perguruan Tinggi lainnya.

DAN SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENURUNKAN AL QUR’AN DAN SESUNGGUHNYA KAMI TETAP MEMELIHARANYA ( AL HIJR 15 : 9)

Maha benar Tuhan dengan segala Firmannya. Ternyata berdasarkan penelitian para ahli, Al Qur’an itu telah menjaga keutuhannya sendiri, sehingga siapapun tidak akan bisa merubahnya. Antara lain dari segi gaya bahasanya yang banyak mengandung kiasan-kiasan (metafora) yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga terasa pas dan Indah. Bahkan Al Qur’an sendiri manantang umat manusia untuk membuat semacam Al Qur’an bila memang manusia mampu.

KATAKANNLAH : SESUNGGUHNYA JIKA MANUSIA DAN JIN BERKUMPUL UNTUK MEMBUAT YANG SERUPA AL QUR’AN INI NISCAYA MEREKA TIDAK AKAN DAPAT MEMBUATNYA, SEKALIPUN SEBAGIAN MEREKA MENJADI PEMBANTU BAGI SEBAGIAN YANG LAIN ( AL ISRA 17 : 88 )

DAN JIKA KAMU SEKALIAN TETAP MERAGUKAN AL QUR’AN YANG KAMI WAHYUKAN KEPADA HAMBA KAMI (MUHAMMAD), BUATLAH SATU SURAT SAJA SEMISAL AL QUR’AN ITU DAN AJAKLAH PENOLONG –PENOLONGMU SELAIN ALLAH, JIKA KAMU SEKALIAN ORANG-ORANG YANG BENAR (AL BAQARAH 2 : 23)

Reaksi:

0 komentar: