Selasa, 01 Oktober 2013

ENAM SISWA DIVANUSA TRAINING SURABAYA MENJADI DUTA BANDARA UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PENUMPANG

Duta Bandara siaga melayani penumpang Bandara Juanda
SURYA Online, SURABAYA – Ada yang beda dari petugas yang ada di areal bandara sejak seminggu terakhir. Penampilan mereka seperti pramugari pesawat, tapi mereka melayani di area terminal bandara. Dengan ramah dan baik, mereka terlihat membantu para penumpang. Seperti menunjukkan pintu masuk gate, toiet, dan musala. Kegiatan mereka juga berkeliling tidak hanya berdiri atas duduk di satu tempat. Tak hanya di areal terminal, tapi juga di areal  ground. Di areal ini mereka membantu para penumpang yang turun untuk transit atau oper pesawat. Mereka disebut duta bandara yang akan bertugas selama tiga bulan.

Ketika ditemui di sela kegiatannya, Senin (30/9/2013), ada enam duta bandara ini. Mereka terdiri atas 3 petugas di bagian customer service yang berkeliling di terminal ala pramugari pesawat, dan tiga petugas dari bagian ground staf yang bertugas di terminal bawah atau kedatangan penumpang dari pesawat. “Kami sudah seminggu di sini. Selain sebagai duta bandara, ini juga bagian dari praktek kerja atau On Job Training (OJT) dari tempat kursus kami, Lembaga Divanusa Training,” jelas Andika Dewanta Putra, Koordinator OJT di bandara Juanda.

Keenam duta bandara yang ditemui kemarin, terdiri atas lima perempuan dan satu laki-laki. Seluruhnya masih berusia di bawah 20 tahun dan merupakan pelajar yang baru lulus dari SMA. Yaitu Latreia Eclesia Pontonuwu (18) asal Bitung, Menado, Sulawesi Utara. Monika Sri Rahayu (17), juga dari Bitung. Puri Dyah Elvirasanti (18) asal Madiun, Ristia Rahma Putri (18) asal Wuluhan, Jember, Reynita Widya Dyah Permata, alumni SMK Penerbangan Purbalingga, Jawa Tengah. Juga satu duta bandara pria, Imam Badowi (19) asal Blitar.

Letreia, Monika, dan Puri, dari jurusan pramugari dalam pendidikannya di lembaga Divanusa Training. Sedangkan Ristia, Reynita dan Imam, dari jurusan pendidikan ground staff. Maka mereka OTJ sesuai pendidikan masing-masing di bandara Juanda.

Selama seminggu sebagai duta bandara, mereka mengaku sudah mendapatkan banyak pengalaman unik. “Saya sempat jadi baby sitter. Saat ada penumpang yang membawa anak balita, dia antri boarding sambil meninggalkan anaknya diatas troller. Hanya berdua tidak ada yang membantu menjaga. Anaknya naik-naik tanpa pengawasan, akhirnya saya dekati dan menjaganya sampai ibunya selesai boarding,” ungkap Monika, yang mengaku sebenarnya suka bermain dengan anak-anak.
Sementara bagi Letreia, pengalaman OJT sekaligus menjadi duta bandara, dia menemukan berbagai karakter orang yang datang ke bandara. “Mereka ternyata unik-unik. Saya banyak belajar dari mereka itu,” ungkapnya.

Sebagai duta bandara, mereka mendapat materi tentang pelayanan kebandaraan. Termasuk cara berpenampilan, greeting, dan grooming atau penampilan. Andrias Yustinian, Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I cabang Bandara Internasional Juanda, menyebutkan, keberadaan  duta bandara ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Kalau di negara-negara lain di luar negeri, duta bandara ini sudah banyak. Fungsinya untuk membantu bagian customer service untuk lebih dekat lagi ke penumpang. Ini sangat membantu kami,” ungkap pria yang baru bertugas di bandara Juanda kurang dari sau bulan itu.

Bagi para duta bandara sendiri, pengalaman itu  menambah ketrampilan mereka dalam memberikan pelayanan ke penumpang. “Kami kan sebenarnya ingin bekerja sebagai pramugari pesawat. Dengan pendidikan ini kami sudah diseleksi ketat sesuai standar pramugari pesawat, begitu lulus bila ada rekrutmen, kami bisa ikut dengan memberikan pengalaman praktek dan pengetahuan kami ini,” tandas Puri, yang baru lulus SMA pada Juni 2013 lalu.

Reaksi:

0 komentar: