Sabtu, 16 Oktober 2010

KISAH PENDEKAR BERNAMA “IBLIS”

Diriwayatkan, sesungguhnya nama “Iblis” di langit pertama adalah Al - Abid (ahli ibadah) , dalam langit kedua adalah Az-Zahid (ahli zuhud), dilangit ketiga adalah Al-Arif (ahli makrifat), di langit Keempat adalah Al-Wali (kekasih), di langit kelima adalah At-Taqi (ahli taqwa), di langit keenam Al-Khazim dan ketujuh Azazil serta dalam Lauh Mahfudz adalah iblis.






Ketika ALLAH SWT memerintahkan untuk bersujud kepada Adam dia berkata, “ Adakah Engkau mengutamakannya atas aku, sedangkan aku lebih baik darinya, Engkau jadikan aku dari api dan Engkau jadikan dia dari tanah, “ Berfirman ALLAH SWT,
“ Aku berbuat apapun yang aku kehendaki.” Iblis memandang dirinya memiliki keagungan dengan cara memalingkan punggungnya ke arah Adam, karena membanggakan dirinya dan sombong. Dia tetap berdiri tegak meskipun para Malaikat bersujud dalam waktu yang lama. Ketika Malaikat mengangkat kepalanya dan melihat iblis tetap tidak mau bersujud, Mereka kembali bersujud untuk yang kedua kalinya karena bersyukur. Iblis pun tetap berdiri tegak bahkan terlihat berpaling dari para malaikat itu, dengan sikap tidak ingin mengikuti dan tidak pula menyesal atas pembangkangannya. Melihat itu ALLAH SWT merubah wujudnya yang indah cemerlang menjadi seperti babi hutan, menjadikan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti punuk (daging menonjol diatas punggung) unta besar, wajah diantara kepala dan dada seperti wajah kera, kedua matanya membelah sepanjang permukaan wajahnya, lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taring-taringnya keluar seperti babi hutan, dan didalam janggutnya hanya terdapat tujuh helai rambut. ALLAH mengusirnya dari surga, bahkan dari langit dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk kebumi kecuali secara bersembunyi.

Akhirnya ALLAH SWT melaknat iblis sampai hari kiamat karena dia telah menjadi kafir. Awalnya iblis indah cemerlang rupanya, bersayap empat, banyak ilmu, banyak ibadah sehingga menjadi kebanggaan para Malaikat dan menjadi pemuka mereka, pemimpin para Malaikat karubiyin, dan masih banyak lagi predikat iblis. Namun semua itu ternyata bukan jaminan sama sekali baginya. Dan dari kejadian ini bisa dijadikan peringatan bagi orang-orang yang, “Sombong dan Kafir.”

“Maka sesungguhnya ALLAH tidak suka orang – orang yang kafir”
(QS. Ali Imron : 13 )

Maksudnya, ALLAH tidak mengampuni mereka dan tidak menerima tobat iblis karena, “kekafirannya dan kesombongannya”, Namun ALLAH menerima tobat Adam As karena dia mengakui dosa atas dirinya dan menyesalinya serta mencela dirinya sendiri.

Segeralah bertobat dan tidak berputus asa dari rahmat ALLAh SWT, sebagaimana Firman ALLAH SWT : “Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat ALLAH SWT (QS. Az-Zumar : 53)

Reaksi:

0 komentar: