Jumat, 21 Januari 2011

DIBALIK TUBUH MANUSIA ADA “MAKHLUK JIN / SYAITAN” YANG BISA MENGENDALIKAN…???


Sabtu , 21 Januari 2011
( By. Antony SPsi )

Pada awalnya saya tidak begitu memperhatikan kasus kesurupan yang banyak terjadi dilingkungan sekitar yang katanya angker dan banyak penghuni roh halus / Jin yang merasa terganggu keberadaannya oleh manusia sehingga menyebabkan terjadinya kesurupan massal. Karena hal tersebut sudah sering diberitakan dimedia massa maupun melihat langsung dari media elektronik.

Tetapi ada hal yang membuat saya tertarik untuk meneliti dan mengetahui lebih jelas penyebab kasus ini. Dan ini beda sekali dengan yang kesurupan massal yang biasanya histeris dan teriak2 dan gak sadarkan diri. Orang ini awalnya juga beraktifitas sehari-hari layaknya orang normal dan berinteraksi dengan sesamanya, namun kalau kita teliti karakternya cepat berubah dan labil.

Penyebabnya, bisa karena masalah dengan lingkungannya, entah masalah keluarga atau masalah pribadi sehingga sehari-harinya dia menutup diri dan suka menyendiri atau masalah itu terlalu berat menjadi beban hidupnya sehingga prilakunya tidak sewajarnya. Dan ini bisa berubah menjadi jahat, sedih, seperti anak kecil , egonya berlebihan, atau kembali baik dan masih banyak lagi prilaku yang tidak sesuai dengan dirinya persis “Disosiasi / kepribadian ganda”.

Kepribadian Ganda (Dissociative Identity Disorder/Multiple Identity Disorder atau dikenal juga dengan sebutan alter ego)

Merupakan salah satu kondisi psikis dimana dalam diri seseorang terdapat dua(banyak) kepribadian yang tidak saling berhubungan dan salah satu kepribadian tersebut aktif pada saat yang tidak bersamaan dengan pribadi yang lainnya dalam diri orang tersebut. Pribadi yang macam-macam itu bisa bertolak belakang sekali sifatnya. Ada yang pribadinya satu penyayang dan pengayom tapi pribadi satunya lagi bengis dan kejam. Ada pribadi yang satunya tegar dan berwibawa tetapi pribadi yang lainnya cengeng dan penakut.


Akhirnya kami mengambil keputusan bersama untuk mengetahui fenomena apa dibalik kejadian ini. Kami langsung melakukan observasi dan penelitian dengan beberapa orang yang bersedia untuk dijadikan obyek penelitian dengan menggunakan “Teknik Metafisika” .

Sedikit kami kupas apa Metafisika itu…??
Metafisika merupakan scientifical explanation dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadist, yg antara lain meneliti sehalus-halusnya dengan eksak satu hal yg maha bernilai yaitu methode mendirikan shalatul khasiin (shalat yg khusyuk).

Secara literal meta berarti beyond atau more comprehensive. Maka ilmu metafisika adalah ilmu yg melebihi ilmu fisika. Berbeda dari pengertian ilmu metafisika dalam khasanah western science , ilmu metafisika yg kita maksud di sini adalah ilmu fisika yg dilanjutkan atau di tingkatkan sehingga masuk ke dalam ilmu bilghoibi (ghaib atau rohani). Dengan ilmu metafisika akan terungkap apa itu agama. Kebenaran-kebenaran dan rahasia-rahasia agama yg selama ini dianggap misterius, mistik, ghaib, dan sebagainya akan menjadi nyata, riel, dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Hal ini mirip dengan peristiwa-peristiwa kimiawi yg dulunya dianggap misterius, nujum, sulap, untuk menakut-nakuti, dsbnya, dengan ilmu kimia menjadi nyata, riel, dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Dengan ilmu metafisika jelas bahwa agama tak lain terdiri dari hukum-hukum yg riel seperti juga alam jagad raya yg tak lain terdiri dari hukum-hukum fisika, kimia, dan biologi. Hanya saja martabat dan dimensi hukum-hukum agama tersebut lebih tinggi dan bersifat absolut serta sempurna.

Dengan penjelasan yg masuk akal dan ilmiah maka ajaran-ajaran agama dapat diterangkan secara logis sehingga keimanan meningkat menjadi ilmul-yakin, seterusnya ke aynul-yakin, dan akhirnya haqqul-yakin. Tanpa penjelasan yg logis maka ajaran agama menjadi dogma. Tanpa penjelasan yg logis ajaran agama sekedar di telan tanpa dihayati maksud dan tujuannya.

Keimanan yg kokoh dapat menangkal berbagai serangan atheisme. Maka, dengan metafisika ilmiah lah kita bisa menghargai betapa tanpa adanya agama maka manusia tidak mungkin percaya adanya Tuhan. “Religion, believe in God has proved to be the greatest blessing ever existed for mankind and humanity in this life and the hereafter” (Yahya: 1981).


Kembali pada kasus tadi, dari hasil observasi dan pendekatan dengan teknik metafisika hasilnya sangat mengejutkan, ternyata dibalik tubuh pasien tadi prilakunya dikendalikan oleh makhluk Jin yang menyusup didalam tubuhnya dan itu bisa lebih dari satu bahkan bisa puluhan dengan karakter yang berbeda dan mempunyai nama dan tempat tingal yang berbeda pula, dan anehnya dia bisa diajak komunikasi layaknya kita berbica sesama teman.

Dari Tanya jawab yang kami lakukan hasilnya motivasi Jin yang menyusup bisa karena merasa empati dengan penderitaanya, atau menjadi lawan si pasien yang merasa terganggu dengan keberadaannya, dan yang perlu diwaspadai adalah motivasinya bisa menyesatkan untuk menjadi & masuk golongannya menjadi penghuni neraka.

Selanjutnya setelah Jin yang menyusup kami suruh pergi semua , akhirnya ada perubahan pada diri pasien yakni Aura wajahnya mulai bersinar, prilaku dan nada suara kelihatan berbeda dengan sebelumya. Tetapi kasus ini bisa muncul kembali tergantung pada ibadahnya dan tingkat keimanannya kepada ALLAH SWT. Insya Allah kalau kita selalu dekat sama ALLAH SWT dan iklas pasti ada jalan keluar dan selalu mendapat perlindungannya ..Amin..!!

Tentunya semua ini kami lakukan dengan tujuan kasusnya bisa selesai dan membuktikkan secara haqqul-yakin kebenaran yang telah ditulis dari Ayat-ayat Alqur’an. Beberapa sample pasien yang kami ambil dalam kondisi sehat fisiknya dan sadar seperti orang normal pada umumnya, juga berinteraksi dan beraktifitas sehari – hari. Hanya dia tidak tahu kalau prilakunya dipengaruhi oleh Jin (Syaitan).

Dan dari beberapa orang yang kami jadikan observasi dan obyek penelitian ada yang bersih dan tidak terganggu dari pengaruh Jin (Syaitan)

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antara kamu. Maka adakah kamu tidak memikirkan? (Surah Ya Sin: 60-62)

Ingatlah bahwa kita mempunyai musuh yang bertujuan untuk membawa kita jauh daripada Allah, agama-Nya dan al-Qur’an. Dia tidak pernah berputus asa daripada rancanganya walaupun sedetik; sentiasa mencari kesempatan untuk menunaikan tugasnya. Dia boleh melihat kita daripada sudut yang kita tidak dapat melihatnya. Dan dia mencuba pelbagai cara untuk memerangkap kita. Salah satu daripada sifatnya ialah secara bersembunyi. Taktik dan perangkapnya mungkin berbeza kepada seseorang. Taktik yang digunakan juga bergantung kepada masa, tempat dan situasi. Musuh kita yang dimaksudkan ialah syaitan, makhluk yang dihalau daripada pandangan Allah.
Berlawanan daripada apa yang majoriti manusia fikir, syaitan bukanlah makhluk khayalan. Sebahagian daripada ujian d iatas muka bumi ini, seeorang itu perlu berjaga-jaga daripada syaitan. Ini kerana, selepas menderhaka kepada Allah, syaitan bersumpah untuk menyesatkan hamba-hamba Allah. Kedegilan syaitan ini dinyatakan didalam al-Qur’an sabagai berikut:
Sesungguhnya kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhnya lalu Kami katakan kepada para malaikat; “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” Allah berfirman: “Turunlah kamu dari syurga itu: kerana kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” Iblis menjawab: “Berilah saya tangguh sampai waktu mereka dibangkitkan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” Iblis menjawab: “Kerana Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari syurga itu sebagai terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikut kamu, benar-benar Aku mengisi neraka jahanam dengan kamu semuanya.” (Surah al-A’raf: 11-18).

Sebagaimana yang dijelas dalam ayat diatas, syaitan adalah musuh manusia yang nyata. Dia akan terus menyesatkan kita dengan cara membangkitkan nafsu kita. Walau bagaimanapun, perkara yang penting yang perlu kita faham disini, sebagaimana yang dinyatakan pada ayat diatas, matlamat utama syaitan ialah untuk mempengaruhi kita dan umat manusia yang lain mengikutnya. Syaitan yang terkutuk tidak akan berputus asa sehingga kita memasuki neraka. Oleh itu, ingatlah, kita semua perlu berhati-hati dengan syaitan dan tidak mengikut godaannya.

Dari beberapa cuplikan tulisan ini mudah2an bisa dijadikan rujukan penelitian lebih lanjut, dan kami siap bekerja sama untuk mengungkap lebih jauh baik secara empiris maupun secara ilmiah. ( Yayasan Jagad Buana )

Reaksi:

0 komentar: