Selasa, 09 Desember 2014

APAKAH KITA BISA BERTATAP MUKA SECARA LANGSUNG DENGAN TUHAN

Ketika Nabi Musa berdo'a ingin melihat Tuhan, maka Tuhan berfirman : "Engkau (Musa) tidak akan sanggup melihat aku, Maka tatkala Tuhannya memperlihatkan diri diatas bukit, bukit itu hancur dan Musa jatuh tidak sadarkan diri" (Al A'raf  7 : 143 )

Mari kita lihat Surat Al Baqarah ayat 1 : ALIF  LAM MIM  mengapa tidak dibaca ALAM atau ALIM ...???
Hanya ALLAH yang mengetahui Artinya. Yang mengetahui ALLAH hanya ALLAH.

Huruf ALIF adalah milik ALLAH, LAM untuk Utusan ALLAH dan MIM untuk Muhammad (Insan, Manusia).

Antara ALIF dan MIM ada LAM antara ALLAH dan manusia ada apa... ???
Antara ALLAH dan manusia ada Tabir, ada Penghubung...ada Sir .....
Sir dalam hal ini bisa berperan sebagai utusan, sebagai pembawa berita, sebagai naluri, sebagai angan - angan, sebagai generator, dan bisa juga sebagai mikro prosesor penerima dan pengolah data.

Tidak ada seorangpun yang dapat bercakap - cakap denggan ALLAH, kecuali dengan Wahyu, atau dari belakang Tabir, atau dengan Mengirimkan Utusannya dengan seizin-Nya, Sesungguhnya Dia Maha Tinggi, lagi Maha Bijaksana (Asy -Syuura 42 : 51).

Mulai Hari ini Aku Singkapkan Tabir yang menutup matamu, maka penglihatanmu akan menjadi tajam. (Al Qaaf 50 : 22)

Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan Qolbunya
( Al Anfaal 8 : 24 )

Qolbu merupakan titik terendah dari sumbu komunikasi vertikal kepada ALLAH. Tabir akan menjadi transparan dan akan menjadi kabel penghubung untuk berkomunikasi dengan ALLAH, manakala kita tidak ragu - ragu akan kebenaran AL Qur'an dan yakin akan ke ghoiban ALLAH dimana Qolbu merupakan pintu masuk ke alam ghoib.

Inilah kitap yang tiada diragukan, suatu petunjuk bagi mereka yang takwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang Ghoib
( Al Baqarah 2 : 2-3 )

Dialah Jibril yang menurunkan Al Qur'an ke dalam Hatimu dengan seizin ALLAH (Al Baqarah 2 : 97)

Yang pertama - tama Aku berikan kepada mereka (Yang Beriman) adalah Nur-Ku yang aku taruh di-Hati mereka (Hadits Qudsi)

Barang siapa yang Hatinya Dibuka oleh ALLAH Kepada Islam (Damai) maka ia itu Mendapat Cahaya dari Tuhan-Nya (Az Zumar 39 : 22 )

Menurut Al Ghazali Dzat ALLAH itu sangat terang benderang, CAHAYA DI ATAS CAHAYA
(An Nur 24 : 35)

Maka dengan demikian adalah sangat terlarang untuk menyingkap tabir rahasia ALLAH, kita tidak boleh melewati batas - batas yang telah ditetapkan ALLAH

Rosulullah SAW bersabda :
Aku tidak mengenal Engkau, kecuali sampai sebatas
pengetahuan yang Engkau berikan.
Berpikirlah kamu tentang mahluk ALLAH, akan tetapi jangan berpikir tentang Dzat Penciptanya.

Bila kita berusaha mencoba menyingkap Tabir tersebut, maka kita akan hancur lebur seperti halnya dalam riwayat Nabi Musa yang ingin melihat ALLAH, dimana Gunung sekalipun akan hancur. Mengenai Tuhan harus melalui Tuhan, Dia yang mengenali dan Dia yang dikenali adalah sama. Jasmani Musa dengan ke-Aku-an merupakan tabir yang pekat.

Sesungguhnya ALLAH telah memberikan peringatan kepada kita semua : WA YUHADZDZITU KUMULLAHU NAFSAHU : Dia memperingatkan kamu terhadap dirinya
( Al Imran 3 : 30 ),

 KULLU SYAI'IN HAALIKUN ILLAA WAJHAHU : Segala sesuatu akan musnah kecuali wajahnya. (Al Qashash 28 : 88). Bila ingin berjumpa dengan Tuhan, hancur luluhkan dirimu sendiri, ke-Akuan-mu, egomu, tutup mata dan telingamu, kosongkan hati dan pikiranmu dari segala sesuatu selain ALLAH semata, maka Ke-Aku-An Tuhan dalam dirimu akan muncul memperlihatkan Jamal-Nya, Aku dan Aku saling bertemu. Demikianlah apa yang dilakukan Musa selama 40 hari dan 40 malam, sehingga Musapun bisa menerima Wahyu 10 perintah Tuhan...Demikian juga Muhammad SAW ketika di Gua Hira. Rosulullah Muhammad SAW pun bersabda : Kita harus bisa mati sebelum mati.

INGATLAH KEPADAKU, NISCAYA AKU PUN AKAN INGAT KEPADA-MU, BERSYUKURLAH KEPADA-KU DAN JANGAN MENGINGKARI 
(AL BAQARAH 152)

BARANG SIAPA YANG MENGHARAPKAN PERJUMPAAN DENGAN TUHAN-NYA HENDAKLAH IA BERBUAT KEBAIKAN DAN JANGAN MEMPERSEKUTUKAN TUHAN-NYA DENGAN APAPUN
 (AL KAHFI 18 : 110 )

GURU Yang sejati ada DI-DALAM DIRI. MENGENAI DZAT harus melalui DZAT, Tuhan akan membimbing dengan CAHAYANYA kepada CAHAYANYA bagi siapa yang Dia kehendaki, bila kita senantiasa memohon petunjuk kepada-NYA, berbekal Istiqomah, Sabar, Tawakal, senantiasa Bersyukur, Iklas dan Ridho.

Sebagai akhirul kalam, marilah kita hayati bersama mengenai Firman ALLAH di dalam Surat Ali Imran ayat 14 : TUHAN MENJADIKAN MANUSIA BERKEINGINAN, CINTA TERHADAP WANITA, PUTERA-PUTERI, EMAS-PERAK, KUDA PILIHAN, TERNAK, SAWAH, LADANG, SEMUANYA ITU HANYA SECUIL KESENANGAN HIDUP DI DUNIA SAJA, NAMUN ALLAH LAH SEINDAH-INDAHNYA TEMPAT UNTUK KEMBALI.   




Reaksi:

0 komentar: