Kamis, 24 November 2016

DOA ROSULLULLAH SAW UNTUK MEMILIH SATU DIANTARA “ABU JAHL” ATAU “UMAR BIN KHATHAB” MASUK ISLAM

Ya, Allah. Muliakanlah Islam dengan salah satu di antara dua lelaki yang paling Engkau sukai, (yaitu) dengan Abu Jahl atau dengan Umar bin Khattab
Umar Bin Khattab" memeluk Islam

Saat masih jahiliyyah, ‘Umar bin Khaththab termasuk salah satu yang sangat memusuhi Islam. Dikenal berwatak keras. Sebagian kaum Muslimin pernah merasakan berbagai penderitaan akibat siksaan dan ancaman yang dilakukannya.

Umar bin Khattab adalah salah satu orang yg memusuhi Nabi Muhammad SAW dan sangat membenci sekali terhadap kaum muslimin, Bahkan tidak sedikit korban kekejaman Umar bin Khattab karena kebenciannya terhadap umat islam yg salah satunya beliau sampai pernah mengubur hidup-hidup putrinya sebagai bukti dari ketegasan, keberanian, dan jiwa kepemimpinannya.

Terdapat banyak sekali kisah tentang peristiwa masuk Islam nya Umar bin Khattab, salah satu dari kisah yg paling fenomenal, Ringkas, dan mudah dipahami saja, yaitu:

Ketika Umar bin Khattab mendengar kabar kalau saudara perempuan dan suaminya telah masuk islam,
( Pada saat itu umar adalah salah satu dari orang sangat membenci Nabi Muhammad SAW dan umat islam ), Lalu Umar berbalik arah untuk bergegas pergi ke rumah saudara perempuannya, meskipun tujuan awalnya dia berniat untuk pergi ke kediaman Rasulullah SAW dengan tujuan untuk membunuh Rasulullah SAW.

Namun ditengah perjalanan Umar bin Khattab mendengar kabar bahwa saudara perempuannya telah masuk islam bersama suaminya, bahkan pada saat ini sedang diajarkan membaca Al-Qur'an oleh Khabbab bin Art.

Dengan sangat marah sekali kemudian Umar bin Khattab menuju kerumah saudara perempuannya itu, untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut. Ketika Umar bin Khattab sampai kerumah saudara perempuan nya itu, didapatilah kebenaran tentang kabar itu, ternyata benar saudara perempuan dan suaminya telah masuk islam dan pada saat itu sedang membaca Al-Qur'an bersama suaminya dan Khabbab bin Art.

Kemudian masuklah Umar bin Khattab ke rumah saudara perempuannya itu dalam keadaan sangat marah. Tanpa bertanya dan berpikir panjang kemudian Umar langsung menendang dan menganiyaya saudara perempuanya itu.

Namun karena melihat saudara perempuannya terluka akibat perbuatannya maka dia terdiam sejenak, Rasa iba dan kasih sayangnya nya pun perlahan mulai hadir kembali, menyerang, dan melumpuhkan nafsu amarah yg saat itu menguasainya.

Saat itu tidak sengaja Umar bin Khattab melihat kertas yang berisi surat Al-Qur'an yg tadi sedang mereka baca, lalu dia hendak mengambil dan melihat surat itu namun tidak diizinkan oleh adiknya sebelum Umar bin Khattab berwudhu terlebih dahulu.

Karena Umar bin Khattab dilanda penasaran yang sangat besar dengan isi ayat Al-Qur'an itu, Kemudian Umar pun berwudhu. Setelah berwudhu, Umar membaca surat tersebut yaitu penggalan surat Thoha. Dan pada saat itu datanglah hidayah dari Allah SWT kepada Umar bin Khattab, Hingga hatinya menjadi lembut dan tumbuhlah keyakinan bahwa memang benar hanya Allah SWT lah yang patut disembah dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasul / utusan Allah.

Dengan kekerasan dan permusuhannya terhadap kaum Muslimin, mengapa kemudian ia berbalik menjadi penganutnya? Bahkan kemudian hari menjadi pembelanya? Inilah di antara doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikabulkan Allah Azza wa Jalla .

Salah satu yang menjadi penyebab ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu masuk Islam, ialah karena doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ

Ya, Allah. Muliakanlah Islam dengan salah satu di antara dua lelaki yang paling Engkau sukai, (yaitu) dengan Abu Jahl atau dengan Umar bin Khattab

Do'a ini diungkapkan dan diberitahukan oleh Khabbab bin Art kepada Umar bin Khattab setelah melihat Umar mendapat hidayah dari Allah SWT dan mulai meyakini akan ke Esaan Allah SWT yg berawal dari peristiwa di rumah saudarinya.

Maka setelah peristiwa itu terjadi, semakin menguatlah keyakinan Umar bin Khattab pada Allah SWT. Dan Umar bin Khattab bergegas menemui Rasulullah SAW untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat sebagai syarat pertama untuk menjadi seorang muslim.

Kisah ini tidak dibawakan dengan sanad shahih yang bisa diterima oleh para ulama ahli hadits, meskipun sebagian dari kisah ini ada yang memiliki sanad hasan. Kisah ini didha’ifkan oleh Washiyullah, Hammam, Abu Abu Shu’ailik dan lain-lain.

Doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu terpancar pada hari kemudian. Keislaman ‘Umar menjadi salah satu penyebab kejayaan Islam pada masa awal perjalanan dakwah Islam.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, beliau Radhiyallahu anhu berkata: مَازِلْنَا أَعِزَّةً مُنْذُ أَسْلَمَ عُمَرُ

Sejak ‘Umar bin Khaththab masuk Islam, kami senantiasa memiliki ‘izzah (rasa bangga). Begitu pula dengan para sahabat, ada yang semakin mantap dan kuat memeluk Islam setelah ‘Umar masuk dalam barisan Islam, sebagaimana riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tentang perkataan sa’id bin Zaid suami dari saudari Umar yaitu Fathimah.


Hikmah dari kisah ini ?

Tokoh-tokoh masyarakat Jahiliyyah yang memiliki kekuatan, jika mereka masuk Islam, ada kemungkinan akan berubah menjadi pondasi yang kuat bagi dakwah Islam. Sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mengharapkan tokoh-tokoh seperti Abu Jahl dan ‘Umar bin Khaththab agar masuk Islam. Bahkan beliau telah mensinyalir, bahwasanya sebaik-baik manusia pada masa jahiliyah merupakan manusia terbaik dalam Islam jika mereka memahami.

Oleh karena itu, hendaklah para dai tidak mengabaikan hal semacam ini. Para dai harus memiliki semangat untuk berdakwah kepada tokoh-tokoh yang kuat dan berpengaruh di masyarakat. Karena jika tokoh-tokoh itu masuk Islam, ia akan sangat membantu menghapus keragu-raguan orang yang mendengar dan mengikuti perintah mereka.

Bukankah Al-Qur`an telah menceritakan pembicaraan orang-orang kafir yang disesatkan oleh teman dan para tokohnya? Ini merupakan fakta yang terjadi di setiap tempat. Allah berfirman: يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ
 يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا ﴿٦٦﴾ وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا ﴿٦٧﴾ رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta’at kepada Allah dan ta’at (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata: “Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah menta’ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. [al-Ahzab/33:66-68].

Meski demikian, hendaklah dakwah itu tidak hanya terbatas kepada tokoh-tokoh atau pribadi-pribadi orang kafir musyrik saja, tetapi juga harus meluruskan anggapan-anggapan yang menyimpang terhadap Islam. (Ustadz Nusadi)

Sumber:

1. As-Siratun-Nabawiyyah fi Dhau’il Mashâdiril-Ashliyyah,
    Dr. Mahdi Rizqullah Ahmad.
2. Shahîhus-Siratin-Nabawiyah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albâni,
    Maktabah Islamiyah.

Reaksi:

0 komentar: