Kamis, 22 Maret 2012

AIR SUSU IBU ( ASI ) YANG DIBERIKAN PADA BAYI TERBUKTI LEBIH SEHAT

Fakta menunjukkan bahwa pertumbuhan bayi yang diberi ASI terlihat berbeda dari susu formula bayi. Kesehatan mereka di masa mendatang juga akan lebih baik.

Minum susu benar-benar bisa menurunkan hormon pertumbuhan IGF-I dan insulin dalam darah. Tidak hanya saat bayi diberi makan dengan ASI, tetapi juga saat bayi diberikan makanan tambahan. Meskipun secara kasat mata, bayi akan terlihat lebih tipis dari susu bayi dengan susu formula.

Sedangkan susu formula bayi akan terlihat gemuk formula yang lebih makan karena memicu produksi sel-sel lemak yang dapat membuat berat bayi menjadi lebih cepat.

Survei yang dilakukan pada 330 bayi usia 10, 18, dan 36 bulan oleh LIFE Fakultas Sains, Universitas Kopenhagen, Denmark, menunjukkan bahwa bayi berusia 18 bulan yang menjalani program yang lagi menyusui memiliki berat yang lebih rendah bila dibandingkan dengan bayi susu formula seperti dikutip Daily Mail.

"Kita bisa melihat bahwa menyusui memiliki tanda signifikan dalam hormon pertumbuhan IGF-I dan insulin Semakin lama bayi disusui, hormon kurang.. Artinya, bayi yang disusui dapat dilindungi dari obesitas dan diabetes ketika ia dewasa," kata Anja Lykke Madsen, seorang anggota peneliti.

Fakta lain yang terungkap menunjukkan bahwa ASI melindungi bayi dari perut kembung, infeksi pernapasan, asma, eksim, dan alergi. Selain itu, ASI juga menekan terjadinya menopause dini, kanker leher rahim, dan osteoporosis ketika mereka telah menjadi ibu.

Sisi positif dari menyusui bagi ibu baru melahirkan, dia akan cepat kembali singset karena menyusui akan membakar 500 kalori per hari. Departemen Kesehatan bahkan menyarankan untuk melakukan ASI eksklusif selama 6 bulan.

Di Eropa, Inggris, termasuk negara-negara dengan jumlah ibu menyusui yang terendah. Hanya 1 dari 3 wanita yang melakukannya. Bahkan saat bayi berusia 4 bulan, mereka segera mengganti ASI dengan susu formula. Berkomunikasi dengan di Swedia, 98 persen ibu menyusui bayinya.

Penelitian yang dilakukan sebelumnya menemukan bahwa susu formula yang diberikan terlalu dini, yaitu pada bayi kurang 6 bulan, dapat menyebabkan perkembangan yang terlalu cepat pada bayi.

Prof Kim Fleischer Michaelsen of Copenhagen University mengatakan, "Jika dibandingkan dengan susu formula, ASI bayi berat badan tidak terlalu ditembak. Dan di masa depan, bayi ASI akan mengalami penyakit gaya hidup kecil".

"DAN IBU - IBU HENDAKLAH MENYUSUI ANAK - ANAKMU SELAMA DUA TAHUN    PENUH ( AL BAQARAH 2 : 233 )

Reaksi:

0 komentar: