Kamis, 25 November 2010

Kopi Luwak Termahal Di Dunia masuk Guiness Book of Records

Gambar Hewan Luwak


KUPAS HABIS KOPI LUWAK

PENGERTIAN KOPI LUWAK

kopi luwak yaitu buah kopi matang pohon yang dimakan oleh luwak (sejenis musang), kemudian dikeluarkan sebagai kotoran luwak tetapi biji-biji kopi tersebut tidak tercerna sehingga bentuknya masih dalam bentuk biji kopi. Jadi di dalam perut musang biji kopi mengalami proses fermentasi dan dikeluarkan lagi dalam bentuk biji bersama dengan kotoran Luwak. Selanjutnya biji kopi luwak dibersihkan dan diproses seperti kopi biasa.

Kopi luwak merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kopi, di samping komoditas kopi biasa seperti kopi reguler Arabika (Java coffee) dan kopi reguler Robusta. yang membedakan kopi luwak dengan biji kopi biasa adalah dimakan oleh Luwak (sejenis musang) dan di keluarkan dalam bentuk biji kopi, Sehingga aromanya lebih harum serta ada rasa pahit dan getir asam yang lebih khas dan special.

Kopi luwak merupakan jenis biji kopi yang termahal di dunia, sehingga sampai masuk ke Guiness Book of Records. 4 tahun belakangan ini harga kopi luwak di pasar internasional semakin meningkat, bahkan mencapai US$ 500/kg bentuk biji kering (kadar air 11,5%). Bandingkan dengan harga kopi biasa kualitas nomor 1 yang hanya US$ 4,5/kg.

Kemasyhuran kopi luwak telah terkenal sampai kemancanegara, bahkan di Luar Negeri, terdapat kafe yang menjual kopi luwak (Civet Coffee) dengan harga yang mahal. sejak dahulu, sewaktu penjajahan Belanda kopi luwak sudah menempati posisi pasar paling atas, baik dilihat dari sisi rasa maupun harga. Hanya saja, karena dulu kualitas produk belum terjaga secara kontinyu, harganya meskipun berada di posisi tertinggi tidak bisa dikerek lebih tinggi lagi. Penyebab utamanya, kopi luwak 100% masih tergantung pada alam.

BINATANG LUWAK (Paradoxurus hermaphrodirus)

Binatang Luwak (Paradoxurus hermaphrodirus) yang biasa juga di sebut musang adalah jenis binatang pemakan buah-buahan termasuk buah kopi, biasanya biji kopi dari buah kopi yang terbaik dan sudah matang (warna merah). Luwak sangat menyukai bau harum kopi dan memilih buah kopi yang paling bagus, sehingga buah kopi yang kurang matang dan kotor, tidak akan dimakan oleh luwak. Binatang Luwak saat ini semakin punah, hal ini disebabkan adanya perburuan. Di masyarakat dagingnya dipercaya dapat mengobati penyakit Asma.
ada 2 (dua) jenis Luwak unggulan yang sering ditangkarkan untuk produksi kopi luwak yaitu Musang Tilu dan Musang Molen dengan ciri-ciri :




• Musang/Luwak (Tilu) atau Musang BULAN Berbulu Hitam di pipi dan ujung buntutnya berbulu putih (Genetis Harimau).

• Musang/luwak (Molen) atau Musang BINTURUNG Berbulu Hitam Polos tanpa ada bulu putih dimuka/pipinya dan tanpa ada bulu putih diujung buntutnya, kepala kecil tidak sebanding dengan tubuhnya yang besar mencapai ukuran 30kg, adapun bulu putih hanya menyerupai uban pada manusia (Genetis Beruang).

Pada prinsipnya sama saja dengan kualitas produk dari Musang/Luwak lain. pada umumnya hanya keunggulan kedua jenis Musang/Luwak tersebut terletak pada segi kuantitas karena kedua jenis Musang/Luwak ini lebih sering makan, hal tersebut memungkinkan Peternak Musang/Luwak mengejar target pasar.

Musang/Luwak tergolong binatang buas Pemakan Daging (Karnivora) dan bersifat pemakan sesama (Kanibalisme). Musang/Luwak sering menjadi masalah bagi petani kopi karena sifatnya selain pemakan buah-buahan dan biji-bijian juga termasuk buah kopi juga cenderung merusak lahan perkebunan kopi para petani dan mencuri hasil panen kopi mereka dikebun, bukan hanya petani kopi yang sangat dirugikan, para peternak unggas maupun pemilik ternak unggas rumahan merasa Musang/ Luwak menjadi hama yang besar bagi mereka karena sifat-sifat alami binatang tersebut tergolong binatang buas Pemakan daging yang selalu mencuri dan memakan unggas-unggas mereka sehingga tidak sedikit dari petani dan peternak unggas yang memburu mati Musang /Luwak.

Tetapi ternyata ada rahasia dibalik Musang/Luwak karena proses Fermentasi di dalam perut Musang/ Luwak yang sangat terkenal di seluruh dunia menciptakan cita rasa Eksotik kopi yaitu Kopi Luwak (CIVET COFFEE). Terlebih lagi kelebihan lain Musang/Luwak yaitu rahasia dibalik zat enzim-enzim didalam sistem pencernaan di dalam perutnya, zat fermentasi yang ada di didalam sistem pencernaan Musang / Luwak sinyalir mampu mengurangi kadar kafein kopi sehingga dapat menciptakan kenikmatan pada kopi dan aroma kopi yang sangat harum atau kata lain Kopi tersebut menjadi murni.

KEASLIAN KOPI LUWAK

Keaslian kopi luwak bukan hanya ditentukan pada harganya yang melambung tinggi diatas level harga kopi pada umumnya tetapi dari perjalanan kopi itu sendiri yang diawali dari mulai tanam kopi oleh petani sampai proses penyajian, keseluruhan proses ini memakan waktu yang sangat panjang dan pengawasan yang ketat. Dari awal panen, proses pencernanan oleh Musang/Luwak, pengeringan/Kadar Air (%), pembersihan/pencucian, Penggorengan/sangrai, pembubukan dan Penyajian sangat menentukan kualitas kopi luwak tersebut, tetapi terpenting adalah proses pencernaan oleh luwak yang merupakan titik kunci dari cita rasa kopi luwak dan aroma kopi luwak.

DAERAH PRODUKSI KOPI LUWAK

Produk-produk hasil perkebunan tersebut memang kurang dikenal di Indonesia. Kebanyakan diekspor, kemudian oleh produsen luar negeri beli dan diekspor lagi masuk ke Indonesia. Sudah pasti harganya akan jauh lebih tinggi, karena brand Internasional.

Produksi kopi luwak di indonesia sudah banyak dikembangkan terutama daerah-daerah pegunungan yang berkebun kopi. Lampung Barat merupakan daerah yang sangat subur dengan letak geografis yang sebagian besar daerah pegunungan, dengan ketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut dan berbatasan langsung dengan taman nasional bukit barisan selatan. mayoritas masyarakat didaerah ini berkebun kopi dan sayur mayur dan komoditi lainnya seperti damar, dan padi. dikarenakan sebagian besar wilayah Lampung Barat masih terdapat hutan belantara dan tingkat kesuburan tanah yang baik sehingga Lampung Barat tidak pernah putus panen kopi sepanjang tahun hal tersebut didukung juga pertanian system stek/sambung sehingga masa panen tidak berbarengan. Jenis kopi yang ditanam petani di indonesia dan khususnya Lampung Barat yaitu jenis kopi ROBUSTA (dominan), ARABIKA dan ROBINSON jenis-jenis kopi inilah yang dibudidayakan untuk produksi kopi luwak. Karena berdekatan langsung dengan habitat asli binatang luwak/musang sehingga luwak yang ditangkarkan adalah luwak/musang asli yang ada di daerah tersebut

PROSES PENGOLAHAN.

Proses pengolahan kopi luwak sama dengan pengolahan kopi biasa hanya saja proses fermentasi oleh Musang /Luwak yang membuat berbeda, proses fermentasi yang digunakan adalah benar-benar buah biji kopi segar yang dimakan Musang/Luwak tercampur dengan enzim-enzim yang ada didalam saluran pencernaan Musang/Luwak tersebut berada didalam perut Musang/Luwak selama + 2 jam sampai dengan +12 jam, hal ini membuat proses fermentasi didalam saluran pencernaan Musang/Luwak menjadi sempurna sehingga tercipta cita rasa kopi yang eksotik juga aroma kopi seduh yang sangat nikmat.

Proses-proses pengolahan tersebut yang telah dikembangkan melalui beberapa tahapan yakni :

1. Dari Buah Kopi Merah/Masak batang.

2. Biji Kopi Tersebut Dimakan Musang/Luwak. Proses Fermentasi Dalam saluran pencernaan Musang / Luwak selama + 2 jam sampai dengan + 12 jam.

3. Penjemuran Kotoran/Brenjel Raw dibawah Terik Matahari (FULL SUN DRYING) Hingga Kadar Air Tersisa 20% Sampai Dengan 25%.

4. Pemisahan Dari kulit Ari Biji Kopi Dengan Cara Tumbuk Manual/tradisonal Dengan Lesung atau menggunakan mesin tumbuk (untuk menjadi Greenbean / Beras / Pasir Kopi Luwak siap goreng).

5. Sortir Beras Biji Kopi Luwak Kering Yang Terbaik Yaitu Biji Kopi Yang Masih Utuh Dan Bersih.

6. Penjemuran Kembali Beras/ Biji Kopi Luwak Dibawah Terik Matahari (FULL SUN DRYING) Hingga Kadar Air Tersisa 10% Sampai Dengan 13%.

7. Pencucian Sampai Bersih.

8. Penjemuran Kembali Hingga Kadar Air Tersisa 10% Sampai Dengan 13% Kembali awal.

9. Penggorengan/pengsangraian dengan cara manual/tradisional dengan kayu bakar juga dengan penggorengan tradisional panci besi. Atau dengan cara di-oven.

10. Untuk warna yang produk terdiri dari hitam (CITY ROAST), cokelat kehitaman, dan kecoklatan. Warna tersebut tergantung dari lamanya penggorengan. Pada umumnya penikmat kopi pada masyarakat Indonesia dan Asia lebih menyukai jenis kopi yang dimasak hingga hitam (CITY ROAST). Sedangkan untuk beberapa negara asia seperti Korea, Jepang, Taiwan mereka menyukai cokelat kehitaman. Sedangkan untuk kawasan Eropa lebih menyukai warna kecoklatan.

11. Pembubukan, dengan menggunakan alat penggilingan yang bisa membuat benar-bnear halus.

12. Selanjutnya setelah proses tersebut bubuk setelah didinginkan lalu dikemas sesuai dengan takaran pemesanan konsumen, Menggunakan Packing yang sterill untuk menjaga agar bubuk kopi tetap fresh sampai berbulan-bulan bahkan sampai setahun.


JAMINAN KEASLIAN PRODUK

Banyaknya produk kopi luwak dan produsen kopi luwak sehingga tingkat persaingan akan semakin meningkat, kecurangan dalam perdagangan sering ditemui di lapangan sehingga secara tidak langsung akan merugikan konsumen dan membuat produk yang asli kopi luwak akan menurun kualitas dan harganya. Produksi kopi luwak sangat tergantung dari hewan luwak, kapasitas makan dan budidaya luwak sangat terbatas sekali, karena belum ada penelitian yang khusus dalam perilaku hewan ini dalam memfermentasi kopi, maka kecendrungan pihak yang tidak bertanggung jawab membuat tipuan produk dengan cara Kopi luwak yang dicampur dengan kopi biasa. Dengan tujuan agar kuantitasnya bertambah, Otomatis hal tersebut akan berdampak sekali terhadap kepuasan konsumen. Sehingga jaminan keaslian produk kopi luwak harus ada. Jaminan keaslian produk kopi luwak tersebut selain sudah di akui oleh dipartemen kesehatan dan pihak-pihak yang berhubungan dengan pemeriksa kualitas makanan, dapat juga dilihat langsung ke alamat pabrik, serta bisa melakukan perjanjian MOU antara kedua pihak.

Bagi yang tertarik dengan kopi Luwak bisa Hub. 0818315360

Reaksi:

0 komentar: